Tempe Masuk Jepang, Hirokazu Numata: Saya Gak Sangka Masyarakat Suka

242 views
ILUSTRASI : Tempe Indonesia masuk ke Jepang.

iniSURABAYA.com – Konsumen di Kansai, Jepang bakal dapat menikmati tempe Indonesia di jaringan supermarket Gyomu Supaa, salah satu jaringan supermarket terbesar di Jepang.

Konsulat Jenderal RI di Osaka menginformasikan, produk pangan olahan Indonesia tempe dari Superfood akan masuk ke pasar Jepang melalui salah satu distributor besar Jepang, yakni Kobe Bussan CoLtd.

Masuknya tempe Indonesia ke pasar Jepang merupakan hasil penandatanganan kontrak pesan ulang antara PT Arumia Kharisma Indonesia dengan Kobe Bussan CoLtd dengan volume hingga 13,8 ton yang akan didistribusikan untuk wilayah Kansai dan Kanto Jepang yang dilaksanakan pada Rabu (29/9/2021).

Hirokazu Numata, Presiden Kobe Bussan CoLtd Jepang mengaku bahwa dia awalnya tidak menyangka masyarakat Jepang menyukai tempe Indonesia.

“Karena itu, hari ini kami menandatangani kontrak kerja sama pesan ulang tempe dengan jumlah yang lebih besar dengan pemasok Indonesia dan mulai tersedia pada akhir Oktober 2021,” tegasnya.

Hirokazu mengakui, tempe semakin diminati warga Jepang karena tergolong makanan sehat dan bergizi. Selain impor dari Indonesia, tempe juga diproduksi di Jepang oleh pengusaha diaspora Indonesia, yaitu Sariraya Tempe dan Rusto’s Tempeh.

Sementara itu, Kana Fujita, Kepala Divisi Pengembangan Produk Kobe Busan menyampaikan bahwa perusahaan itu terbuka untuk produk-produk baru, terutama produk makanan dan minuman dari Indonesia.

“Saat ini kami masih melakukan penjajakan akan potensi ini, dan aktif mencari mitra di Indonesia yang dapat bekerja sama dengan Kobe Bussan,” imbuhnya.

Kana megatakan,“Camilan keripik tempe menjadi prioritas kami untuk masuk ke pasar Jepang. Tentunya saya juga meminta bantuan Perwakilan RI di Osaka dapat melakukan pendampingan hingga siap masuk ke Pasar Jepang.”

Pada 2020, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Jepang mencapai 304,8 juta dolar AS, dengan tren kenaikan nilai ekspor selama lima tahun terakhir sebesar 3,27 persen.

Pertumbuhan pesat itu harus terus ditingkatkan sejalan dengan tren pasar Jepang yang mulai melirik produk berkualitas. “Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi produk makanan minuman Indonesia di Jepang,” kata Konjen Diana.

Kedepannya, lanjut dia, upaya promosi perlu disinergikan dengan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat Jepang tentang cara mengolah dan menyantap produk pangan olahan asal Indonesia.

Pionir Ekspor Tempe
Diana ES Sutikno, Konsul Jenderal RI di Osaka yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kobe Bussan CoLtd atas kepercayaan untuk mengimpor dan mendistribusi produk makanan dan minuman Indonesia di Jepang.

“Saya juga turut bangga atas kerja keras PT Arumia Kharisma Indonesia yang menjaga konsistensi kualitas dan keamanan produk tempe olahan sehingga dapat dikatakan pionir ekspor tempe Indonesia ke Jepang,” ujar Diana dalam sebuah pernyataan yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Menurut Diana, ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Jepang mempunyai peluang yang besar dan cukup bersaing dengan produk pangan dari negara lain.

Diana menekankan, faktor kualitas dan keamanan tinggi serta kemasan yang menarik dan praktis merupakan hal penting dalam memastikan peningkatan penetrasi pasar dan keberlanjutan ekspor produk pangan Indonesia ke Jepang.

“Produk mamin Indonesia harus mempunyai hasil uji lab yang diakui di Jepang. Karena itu, hal ini tidak terlepas dari peran Badan POM dalam memastikan produk kualitas ekspor benar-benar aman dan sesuai standar internasional,” paparnya. wid

#jepang #kansai #kobebussan #tempe

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)