Wisatawan dari 18 Negara Diizinkan Mendarat di Bali, Kecuali Singapura, Begini Alasannya

248 views
ILUSTRASI : Bandara I Ngurah Rai, Bali (foto: IST)

iniSURABAYA.com | DENPASAR – Pelaku wisata Pulau Dewata akhirnya bisa bernafas lega dan sekaligus bergembira. Pemerintah memutuskan membuka kembali penerbangan internasional ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai Kamis (14/10/2021).

Menurut Presiden Joko Widodo, ada beberapa pertimbangan pemerintah kembali membuka pintu gerbang internasional melalui Bali ini.  

Pertama, vaksinasi Covid-19 di Bali sudah mencapai 98 persen untuk dosis pertama dan 80 persen untuk dosis kedua per 8 Oktober 2021. “Melihat situasi tersebut, saya optimistis dan kita memutuskan membuka penerbangan internasional ke Bali,” kata Jokowi.
Kedua, kondisi pariwisata Bali yang sekian lama terdampak pandemi. Kepala Negara ini memapar data, pada masa pandemi ini, wisatawan asing yang datang ke Bali menurun hingga 97 persen dan wisatawan Nusantara turun 27 persen.

Selain itu, tingkat hunian kamar hotel di bawah 20 persen. Dengan pembukaan penerbangan internasional, diharapkan wisatawan dapat datang kembali ke Pulau 1000 Pura itu.

“Ini penting mengingat sumber utama penghasilan masyarakat berasal dari sektor pariwisata,” tandasnya.

Meski pembukaan telah dipastikan, Jokowi tetap mengingatkan pemerintah daerah di Bali untuk terus mempelajari pengalaman negara lain dalam menghadapi pandemi, termasuk memahami pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dari pengalaman beberapa negara, vaksinasi sangat penting. Di negara dengan tingkat vaksinasinya tinggi, ketika aktivitas sosial ekonomi dibuka, angka kasus kematiannya masih tetap rendah,” ungkapnya.  

Manajemen Karantina
Sementara Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) menyatakan, Jokowi menekankan manajemen karantina dan vaksinasi Covid-19 di Bali harus terus dikejar.

“Presiden dalam ratas siang ini menyampaikan agar betul-betul disiapkan secara maksimal dan harus disiapkan terlebih dahulu sebelum benar-benar dibuka,” ujarnya, Senin (11/10/2021).
Luhut menyebutkan ada 18 negara yang diizinkan masuk ke Indonesia dalam rangka pembukaan penerbangan internasional ke Bali. Luhut belum merinci negara mana saja yang dimaksud.

Tetapi, lanjut Luhut, ada satu negara yang masih belum diizinkan masuk ke Indonesia, yakni Singapura. Penyebabnya, karena negara tersebut belum memenuhi standar ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Mengenai nama-nama negara yang bakal diumumkan ada 18 negara. Saya kira Singapura belum termasuk, mungkin belum memenuhi persyaratan atau standar level satu, level dua sesuai standar WHO,” paparnya.

Mengenai status Negara terkait Covid-19 ini, Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penganan Covid-19 mengatakan, negara berstatus level 1 adalah yang memiliki tingkat risiko rendah dalam penularan Covid-19.

“Yakni negara dengan kasus konfirmasi positif kurang dari 20 per 100.000 penduduk dengan positivitiy rate kurang daru 5 persen,” beber Wiku dalam keterangan pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/10/2021).

Sedang, negara berstatus level 2 atau disebut risiko sedang adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi antara 20-50 per 100.000 penduduk dengan positivity rate kurang dari 5 persen.

Wiku menyatakan, pihaknya segera mengumumkan 18 negara yang dimaksud lewat Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 yang segera terbit. “Rincian daftar negara nantinya diatur dalam pembaharuan SE Satgas yang dirilis segera. Mohon menunggu informasi selanjutnya,” ujar Wiku. ap/dbs

#bali #pulaudewata #singapura #wisatawan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)