Wujud Peduli Keselamatan Perempuan Indonesia, Uni-Charm Hadirkan Produk Spesial dengan Pesan Penting Ini

414 views
Peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon digelar secara virtual pada Rabu (6/10/2021)

iniSURABAYA.com – Ada yang baru dalam produk pembalut Charm. Khusus di kemasan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition, tertera edukasi perihal mengatasi kanker payudara.  

Di bagian belakang kemasan terdapat ilustrasi untuk mendorong konsumen melakukan pemeriksanaan payudara sendiri (‘Sadari’) dengan mudah di rumah meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Pesan yang terdapat pada Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition itu wujud konsistensi PT Uni-Charm Indonesia untuk turut serta peduli dan mendukung keselamatan perempuan Indonesia.  

Dengan total pengguna Charm Extra Maxi kurang lebih sebesar 28 juta pengguna di seluruh Indonesia, diharapkan pesan tersebut dapat meningkatkan kesadaran terkait deteksi dini kanker payudara melalui ‘Sadari’ tersampaikan dengan baik.

Produk dengan desain Pink Ribbon Special Edition ini tersedia mulai bulan Oktober 2021 di beberapa toko. “Dibandingkan negara-negara ASEAN dan sekitar, tingkat jumlah kasus baru (sebesar 16,6 persen) dan tingkat kematian (sebesar 9,6 persen) di Indonesia akibat kanker payudara cenderung tinggi,” ungkap Yuji Ishii, Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk.

Pernyataan itu disampaikan Yuji Ishii melalui virtual conference peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon yang mengusung tema ‘Mendukung Kegiatan Pink Ribbon Pertama Kalinya Dalam Industri Pembalut Wanita, Untuk Meminimalkan Angka Kematian Akibat Kanker Payudara’ pada Rabu (6/10/2021).

“Karena itu dalam rangka memenuhi tanggung jawab kami dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan untuk meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara, selama bulan Oktober, PT Uni-Charm Indonesia Tbk akan terus mendukung aktivitas Pink,” tegasnya.

Dalam forum virtual tersebut, dipapar data The Global Cancer Observatory tahun 2020 yang menyebutkan bahwa kanker payudara di Indonesia merupakan kanker paling banyak ditemukan pada perempuan dengan proporsi 30,8 persen dari total kasus kanker lainnya, yakni terdapat 65.858 kasus baru.

Sementara itu, kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase sebesar 9,6 persen. Salah satu penyebab tingginya angka kasus kejadian dan kematian akibat kanker payudara adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis (‘Sadanis’), yang menurut riset Kemenkes di tahun 2016, tingkat penetrasi ‘Sadari’ adalah 46,3 persen, dan ‘Sadanis’ 4,4 persen. ap

#charmextramaxipinkribbonspecialedition #kankerpayudara #unicharmindonesia

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)