Yuk Belanja Sepatu Lokal di Hypebeast Nation 2021, Banyak Pilihan Alas Kaki yang Ringan dan Simple

299 views
Ragam merek sepatu lokal dipajang di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya hingga 10 Oktober mendatang.

iniSURABAYA.com – Pandemi yang berlangsung hampir dua tahun membuat perilaku konsumen sepatu berubah. Model sepatu yang ringan dan sederhana kian diminati karena masyarakat masih belum banyak beraktivitas di luar rumah.

“Orang malas ribet selama pandemi ini. Jadi produk fashion yang ringan sekarang banyak dicari untuk mendukung aktivitas WFH (work from home),” kata Dian Apriliana Dewi, Promotion Manager Pakuwon Mall Surabaya.

Ditemui usai peresmian Hypebeast Nation 2021 yang digelar di Fashion Atrium Pakuwon Mall, Dian menegaskan, sepatu lokal juga tak kalah berkualitas dengan brand sepatu impor.

“Hanya saja, sounding ke masyarakat masih belum banyak,” tuturnya.

Padahal, kata Dian, semakin banyak pengguna sepatu produksi lokal akan memakmurkan pelaku industri persepatuan di negeri ini.

“Maka dari itu penting sekali kita kenalkan terutama pada milenial. Mereka yang sering jadi contoh dan saling memberi pengaruh,” ujarnya.

Dian tak menepis sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata sepatu lokal. “Kadang orang menilai ‘ah mending pakai yang branded saja.’ Padahal sepatu lokal ini kualitas juga oke,” cetusnya.

Dian berharap melalui gelaran Hypebeast Nation di pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Barat itu makin banyak yang paham soal sepatu lokal.

Hal senada dilontarkan Edi Suhendra, Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI). “Saat ini tren alas kaki yang digemari adalah yang nyaman, simple, dan tidak terlalu berat, karena aktivitas masyarakat banyak dilakukan di dalam rumah,” paparnya.

Meski tergolong simple, lanjut Edi, sepatu lokal yang banyak diminati adalah yang memiliki look fashionable, seperti bentuknya yang cocok dipadupadankan dengan outfit apa saja.

“Simple bukan berarti polosan tanpa sentuhan apapun. Simple di sini maksudnya sepatu yang bentuknya tidak aneh-aneh, ringan dan fashionable. Jadi dikombinasikan dengan apa saja cocok. Ini jadi kesukaan para milenial,” urainya.

Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Oktober ini didukung beberapa mitra BPIPI, salah satunya adalah tenant program Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) alas kaki tahun 2021.  

Di antaranya @stewardmargrave, @panna.footwear, @artalouwee dan @dfflfootwear dan beberapa merek lokal lainnya.

Hypebeast Nation akan diisi berbagai acara yang inspiratif antara lain workshop, kolaborasi, talkshow, street fashion performance hingga makers talk. 

Edi menegaskan, kegiatan-kegiatan yang dihadirkan diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat dan tumbuhnya semangat lokalisme bisa didukung oleh kualitas produk sehingga keberlanjutan bisnis turut terjaga.

“Hypebeast Nation 2021 bertujuan mengajak pelaku industri sepatu lokal untuk menampilkan produk terbaik. Momentumnya tepat, meski masih pandemi. Seperti tajuk kegiatan ini ‘Indonesia Melangkah’ yang mendorong semangat pelaku industri,” tandasnya.

Dengan melibatkan pelaku industri dan merek alas kaki local, kata Edi, semangat #IndonesiaMelangkah ini diharapkan jadi gerakan bersama industri alas kaki nasional.

“Supaya mampu bahu membahu dengan masyarakat untuk semakin mencintai, membeli dan menggunakan produk lokal kebanggaan anak negeri,” ungkapnya

Merek Sepatu Lokal Berkualitas
Berkumpulnya merek sepatu lokal di acara Hypebeast Nation 2021 juga dimaksudkan untuk mengenalkan kualitas produk lokal yang tak kalah dengan brand impor kepada para milenial dan masyarakat luas.

Edi memapar data, industri alas kaki lokal di Indonesia kini mencapai 18.000 IKM alas kaki. “Dengan begitu bisa kita lihat banyaknya merek lokal yang perlu dicoba,” imbuhnya.

Edi optimistis IKM semakin mengalami pertumbuhan. Sebab di saat pandemik masih berlangsung hingga semester kedua 2021 ini masih banyak industri sepatu lokal yang mampu bertahan.

“Pertumbuhan industri alas kaki semester pertama tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mengalami minus di angka 4,5 persen,” urainya.

Kontribusi industry alas kaki kepada PDB di semester 1 tahun 2021 juga menunjukkan angka positif di angka Rp 13,8 triliun dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 13,5 triliun. ap

#hypebeastnation2021 #pakuwonmall #surabaya

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)