Bahas Kesehatan Jiwa Manusia di ‘Mantra-Mantra’, Begini Alasan Kunto Aji

Kunto Aji

iniSURABAYA – Tiga tahun berlalu setelah debut album Kunto Aji, ‘Generation Y’ disambut hangat penikmat musik Tanah Air. Kini, menjelang akhir tahun 2018, penyanyi berambut kriwul ini merilis album kedua yang dia beri judul ‘Mantra-Mantra.’.

Sembilan lagu yang mengisi album kedua ini merupakan perspektif Kunto Aji terhadap isu kesehatan mental. Pemilihan isu tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya masalah kesehatan mental masih dianggap sepele orang Indonesia.
“Menurut saya setiap orang punya masalah pada diri sendiri. Mental health awarenes atau kepedulian terhadap kesehatan mental cukup kurang di Indonesia dan harus diangkat karena itu bisa berdampak besar bagi manusia,” begitu katanya.

Ditekankan Kunto Aji, terpuruknya kesehatan jiwa dapat menimpa siapa pun, termasuk pada orang yang sehat badannya. Karena itu, penyakit jiwa ini menjadi momok bagi banyak orang.

Karena itu pula, Kunto Aji sangat serius melakukan riset dalam proses pengerjaan album ini. Mulai dari konsultasi dengan psikolog, sampai instrospeksi ke dalam diri sendiri mengenai permasalahan mental yang juga dialaminya, yaitu overthinker.
“Album kedua lebih banyak riset ke dalam. Jadi aku lebih banyak ngomong ke diri sendiri dan itu pasti akan relate dengan banyak orang karena pasti semua manusia akan mengalami,” ucapnya.

Finalis Indonesian Idol ini mengaku ada banyak perubahan yang dia lakukan di album keduanya ini. Tidak hanya dari segi musik, tapi juga dari segi tema.
“Sebenarnya ada perubahan. Kali ini lebih banyak refleksi tentang diri sendiri,” ungkap penyanyi kelahiran Yogyakarta, 4 Januari 1987 ini.

Ditambahkan Kunto Aji,”Beberapa lagu sengaja gue bikin ambigu, orang bisa menginterpretasi sendiri sesuai apa yang dirasakan.”

Untuk menenangkan jiwa yang gelisah Kunto Aji sengaja memasukan frekuensi suara yang menurut penelitian dapat membuat pendengarnya merasa lebih tenang dalam sebuah lagu.
“Saya mencoba memasukan frekuensi 396 Hz yang menurut penelitian bisa mengeluarkan racun atau pikiran negatif. Sehingga membuat pendengar frekuensi tersebut merasa lebih baik,” tandasnya.  wid