Tren Sakit Kanker Anak Terus Meningkat, Kasus Terbanyak adalah Penderita Leukemia

Ernest Rafael dari Esa Kreasi (kanan) dan Steny Agustaf, motor Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (kiri) bersama para pendukung acara ‘Intimate Concet’.

iniSURABAYA | BATU – Acara ‘Intimate Concert’ yang digelar Esa Kreasi di Ballroom Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu, Jumat (7/9/2018) tak hanya berupa pentas musik. Sebelum Ari Lasso, Once Mekel, dan Lilo ‘KLa Project’ tampil, digelar talkshow yang memapar sekilas mengenai fenomena kanker anak di Indonesia.

“Dari semua jenis kanker yang sering menimpa anak, baru satu yang bisa dideteksi, yaitu retina glaucoma,” tegas dr Edi Setiawan Tehuteru di acara talkshow tersebut.

Spesialis Onkologi Anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta ini menambahkan, dari seluruh kasus kanker yang terjadi di Indonesia, sebanyak 2,3 persen menimpa anak-anak. “Tiap tahun kami menangani 4.100 kasus kanker. Tren penderita kanker anak ini menunjukkan peningkatan setiap tahunnya,” beber Edi.

Edi yang juga penyuluh di Kementerian Kesehatan ini menyatakan pula bahwa kasus kanker terbanyak yang diderita anak-anak adalah leukemia. “Kita baru saja dibikin heboh oleh anak Denada yang menderita leukemia. Kasus ini membuka mata kita bahwa leukemia banyak menimpa anak-anak,” urainya.

Steny Agustaf (tengah kaus biru) dari Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia menerima bantuan secara simbolis dari Elfa Yuliani, Director of Sales and Marketing Golden Tulip Holland Resort Batu (dua dari kiri).

Ditekankan Edi, kanker kini tak mengenal usia. “Bahkan saya baru saja menangani anak yang baru berusia satu bulan. Kini tinggal proses terapi untuk mengatasi efek kemoterapinya,” kata relawan di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia ini.

Di tempat yang sama, Ernest Rafael, pengelola Esa Kreasi selaku penyelenggara ‘Intimate Concert’ menyatakan, pertunjukan musik itu diadakan untuk memberikan rasa simpati terhadap anak-anak yang terkena kanker.

“Dampak dari kanker ini sungguh luar biasa. Tidak hanya bagi penderita, tetapi juga berdampak pada orangtua, lalu lingkungan. Karena itu kami tergerak untuk memberi perhatian pada mereka,” ungkapnya.

Menurut Ernest, konser amal ini merupakan aksi nyata untuk sesame yang diharapkan bisa menularkan rasa peduli pada masyarakat lainnya. “Siapa tahu nantinya semakin banyak kegiatan yang bertajuk kepedulian. Siapa tahu juga, setelah acara ini tumbuh musisi lainnya mengadakan kegiatan yang sama. Karena kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian kita semua,” ucapnya.

Malam itu, sedikitnya 300 kursi dipenuhi penonton yang memberi donasi bagi anak penderita kanker. Hasil yang diperoleh dari pertunjukan musik itu selanjutnya diserahkan kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia yang dimotori oleh Steny Agustaf. dit