Ungkapkan Rindu Pada Stephen Gately, Boyzone: Kami Yakin Saat di Panggung Dia Ada Bersama Kami

Personel Boyzone mengungkapkan rasa rindu pada Stephen Gately di konser ‘Boyzone 25 Years Farewell Concert’ di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (23/8/2018).

iniSURABAYA – Konser ‘Boyzone 25 Years Farewell Concert’ yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis (23/8/2018) merupakan aksi kedua Boyzone di Surabaya. Boyband asal Irlandia ini sebelumnya sempat tampil di Surabaya pada tahun 1997.

Ketika itu personelnya masih lima orang yaitu Ronan Keating, Keith Duffy, Mikey Graham,  Shane Lynch, dan Stephen Gately. Namun, pada tahun 2009, Stephen meninggal akibat penyakit kelainan jantung (congenital heart defect ).

Di pertunjukan kali ini, Boyzone sempat melontarkan rasa rindunya pada Stephen yang sudah seperti saudara sendiri bagi boyband ini.

“Kami mengalami 25 tahun (perjalanan karir) yang sangat luar biasa. Kami bisa keliling dunia, merasakan banyak hal, memang hebat. Tapi pada akhirnya segala yang hebat itu terasa tidak begitu hebat,” cetus Keith Duffy.

Meski begitu, Keith dan kawan-kawan tak ingin larut dalam kesedihan. Kesempatan itu justru ingin mereka manfaatkan untuk merayakan 25 tahun kebersamaan Boyzone bersama penggemar mereka di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Kami selalu mengingat dia (Stephen). Kami yakin ketika kami di atas panggung, ia melihat kami dari atas sana. Jika kami sedang di atas panggung, kami merasa dia ada bersama kami,” tandas penyanyi yang juga seorang aktor itu.

“Lagu ini untuk mengingat betapa hebatnya dia. Betapa brilian suaranya,” imbuh Keith sebelum dia dan kawan-kawannya melantunkan lagu ‘Gave It All Away’. Yang menarik, pada komposisi ini, bagian suara Stephen tetap dihadirkan sesuai aslinya dalam bentuk rekaman.

Lagu bernuansa reggae itu kemudian disusul sajian  ‘Everyday I Love You’ yang membuat seluruh penonton emosional. Sebabm lagu yang membesarkan nama Boyzone ini pun masih memiliki banyak bagian suara Stephen.

Sambil berangkulan personel Boyzone ini riang membawakan lagu tersebut seakan memperlihatkan betapa mereka masih ingin Stephen terus berada di tengah mereka. Sesekali mereka mengarahkan mike ke arah langit, seperti mengajak Stephen ikut menyanyi. sum/dit