Keringat Berlebih di Tangan, Pertanda Sakit Jantung Lemah? Begini Jawaban Dokter Menul Umborowati

1211 views

Pasien dengan keluhan keringat berlebih sedang ditangani dr Menul Umborowati SpKK dari Skin A Dermatology and Aesthetic Surabaya.

iniSURABAYA – Telapak tangan selalu basah oleh keringat sering disebut sebagai pertanda terjangkit penyakit jantung lemah. Benarkah? Asumsi ini kontan dibantah oleh dr Menul Umborowati SpKK.

“Itu hanya mitos,” demikian tegas dokter spesialis kulit dan kelamin dari Skin A Dermatology and Aesthetic Surabaya ini.

Menurut Menul, keringat berlebih pada tangan (hyperhidrosis) ada dua jenis, yaitu lokal primer dan sekunder. Yang lokal primer biasanya terjadi pada bagian telapak tangan, ketiak maupun telapak kaki. Kondiri ini  penyebabnya adalah faktor genetik atau keturunan.

Yang kedua adalah hyperhidrosis sekunder. Biasanya keringat berlebih ini tak hanya muncul di area tertentu, melainkan di seluruh tubuh. Yang seperti ini bisa saja merupakan indikasi suatu penyakit. Misalnya kelainan hormon.

Keringat berlebih ini, lanjut Menul, bukan sesuatu yang berbahaya. Sebenarnya, kondisi itu adalah hal yang normal, karena keringat bertujuan untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Hyperhidrosis disebabkan oleh aktivitas berlebihan dalam sistem saraf pusat, sehingga memberikan simulasi berlebih terhadap kelenjar keringat lokal. Tetapi bagaimanapun, keringat berlebih juga dapat mengurangi rasa percaya diri dan kenyamanan.

Keringat berlebih ini, kata Menul, dapat diatasi dengan dua cara, yakni dengan topikal antiperspirant dan botox. Topikal antiperspirant (TA) adalah aluminium chloride yang saat dioleskan ke kulit akan membentuk gumpalan yang menyumbat sehingga mencegah keringat keluar.

“TA ini sering dikombinasikan dengan deodorant,” ungkap Menul.

Selain itu, juga ada terapi khusus yang bisa dilakukan yakni dengan injeksi botox. Terapi ini dilakukan dengan menyuntikan botolium toxin A di area tubuh yang hiperhidrosis. Botox bekerja untuk mencegah keluarnya asetilkolin, suatu zat kimia di saraf yang berfungsi mengaktifasi kelenjar keringat.

“Tujuannya adalah melemahkan asetilkolin,” tuturnya.

Terapi botox ini dapat dilakukan sekali dan efeknya bisa bertahan selama empat hingga 12 bulan tergantung pada besaran dan kondisi hiperhidrosis masing-masing orang. sum

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)