Prihatin Hoax di Indonesia, Mafindo dan Komunitas Instagram Surabaya Gencar Lakukan Aksi Ini

Siberkreasi Netizen Fair di Taman Mundu Surabaya menghadirkan Komunitas Instagram Surabaya, Mafindo, dan trio pelawak Cak Percil.

iniSURABAYA – Hoax makin marak di jejaring dunia maya. Guna mengantisipasi fenomena tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika setahun belakangan gencar melakukan ‘kampanye anti hoax’ melalui Gerakan Literasi Digital (Siberkreasi).

Tahun ini Siberkreasi yang mengangkat tema  ‘Digital Governance, Digital Economy, Digital Lifestyle, dan Digital Parenting’ hadir dalam program School of Influencer, Netizen Fair dan agenda acara Car Free Day serta Fun Run di  lima kota, yaitu Bandung, Surabaya, Medan, Makassar dan Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Jangan mudah menyebar berita yang belum tentu kebenarannya. Jangan hanya karena katanya temannya teman, sudah langsung menyebarkan sesuatu berita,” tegas Aribowo Sasmito, Co Founder Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Minggu (18/11/2018).

Tampil sebagai narasumber di acara Siberkreasi Netizen Fair 2018 di Taman Mundu, Surabaya, Aribowo menambahkan,”Padahal ketika yang menyebarkan ini diciduk petugas, yang tadi temannya teman itu pasti nggak bisa bantu,” ujarnya.

Ditemui usai turun panggung, Aribowo menyatakan, Mafindo bermula dari grup yang mereka bentuk di Facebook. Di media sosial ini mereka membentuk grup yang diberi nama Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax.

“Karena kami ingin menjadi gerakan nasional, maka kami mendaftarkan diri ke Kemenkumham dengan nama Mafindo itu. Wadah ini murni non profit,” tandasnya.

Menurut Aribowo, member Mafindo setiap hari memantau setiap postingan yang muncul di jejaring media sosial. Mereka lalu membeber faktanya di berbagai media yang mereka kelola termasuk website turnbackhoax.id.

Trio komedian, Cak Percil, Cak Henky, dan Cak Kuntet sedang menghibur warga Kota Surabaya di acara Siberkreasi Netizen Fair di Taman Mundu.

“Karena belum tentu semua orang pakai aplikasi media sosial tertentu, kami coba hadir di seluruh media yang ada,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Naufal Huda, Aditya Agung Mustaqim dari Komunitas Instagram Surabaya juga menyatakan rasa prihatin terhadap terus maraknya informasi hoax di berbagai media sosial.

Karena itu, mereka mencoba menetralisir dengan konten-konten positif melalui Instagram. “Karena hingga saat ini mindset instagramer di Indonesia itu positif, kreatif, dan aktif. Mereka cuma mau sharing hal-hal yang bagus misal sedang makan di satu tempat, atau ketemu pejabat lalu diposting,” ucap Aditya.

Road to Siberkreasi Netizen Fair 2018 di Taman Mundu diawali dengan kegiatan senam zumba yang dipandu instruktur Zin Jay Twins. Bersama timnya, Zin Jay Twins mengajak ratusan warga Kota Surabaya untuk menghangatkan diri dengan senam diiringi alunan musik.

Acara yang berlangsung sejak pagi pukul 06.00 itu kian meriah dengan hadirnya komedian Cak Percil. Bersama dua temannya, Cak Hengky, dan Cak Kuntet, Cak Percil pun berbagi motivasi mengenai penggunaan media sosial yang positif.

Rangkaian kegiatan Road to Siberkreasi Netizen Fair 2018 sudah berlangsung sejak akhir Oktober 2018. Diawali dengan School of Influencer berupa workshop, training of trainer, creating content dan coaching clinic di Airlangga Convention Centre Universitas Airlangga (Rabu, 31/10/2018). dit

Pos terkait