Piawai Main Biola, Siswi SMA Khadijah Ini Ingin Beri Pengaruh Positif Bagi Dunia Lewat ‘Putri Muslimah’

Farah Irvina, peserta audisi ‘Putri Muslimah 2019’ sedang memeragakan kemampuannya bermain biola.

iniSURABAYA.com – Audisi ‘Putri Muslimah’ kembali digelar. Dari empat kota audisi, Surabaya menjadi titik awal rangkaian audisi ajang pencarian bakat yang kelima tersebut.

informasi yang diperoleh iniSurabaya.com, audisi yang berlangsung di Singgasana Hotel, Minggu (17/3/2019) ini diikuti sekitar 105 peserta yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur. Mereka datang sejak pagi dan tampak antusias mengikuti audisi untuk tampil di hadapan juri.

Bacaan Lainnya

“Aku ingin menyalurkan bakat melalui ajang penggalian bakat ini,” cetus Farah Irvina, salah satu peserta audisi ‘Putri Muslimah 2019’ kepada iniSurabaya.com.

Diantara peserta audisi lainnya, Farah bisa jadi cukup istimewa. Sebab, murid kelas 2 SMA Khadijah Surabaya ini terampil main biola.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/03/putri-muslimah-bikin-mahasiswi-unair-ini-penasaran-enita-saya-ingin-tularkan-virus-berhijab-yang-benar/

Anak ketiga dari empat bersaudara ini bahkan membawa biola kesayangannya dan memainkannya di hadapan juri. “Saya sudah belajar main biola sejak kelas 5 SD,” ungkapnya.

Gadis kelahiran Surabaya, 20 Oktober 2002 ini mengaku awalnya dia didorong orangtua untuk berlatih biola. Setelah menguasai permainan alat musik gesek itu, Farah malah jadi keranjingan.

Tak hanya main biola. Farah yang bercita-cita jadi dokter ini juga suka jenis musik rap. “Waktu kelas 4 SD saya juga sudah berlatih karate, dan sekarang pegang sabuk hitam,” tuturnya bangga.

Menurut Farah, selagi masih muda dia ingin bisa menguasai banyak hal. “Saya ingin lewat kemampuan itu saya bisa membawa pengaruh positif pada dunia. Jadi apa pun yang cocok buat saya pasti saya ikuti,” kata Farah yang suka pada mata pelajaran Biologi ini.

Selain audisi terbuka, Indosiar juga menggelar special hunt di kota Medan, Palembang, Padang, Semarang, Solo, Banjarmasin dan Makassar. Dari seluruh audisi akan dipilih 20 finalis terbaik yang akan datang ke Jakarta untuk kembali bersaing meraih gelar Puteri Muslimah Indonesia 2019. 

Mereka akan menjalani masa karantina selama sepekan untuk menerima pembekalan ilmu dari berbagai bidang oleh para mentor andal. Mulai dari agama, akting, public speaking, modelling, psikologi, toleransi & keberagaman, industri media hingga fotografi. dit

Pos terkait