Tepis Kesan Negatif Ghibah, Puluhan Wanita Ini Antusias Meriahkan ‘Ghibah Puisi’

Tania Rizky Qoryati dan Alysa Iftitahurrohmah dari Yayasan Peduli Kasih ABK turut memeriahkan acara ‘Ghibah Puisi’ di Hotel Fairfield by Marriott Surabaya, Kamis (21/3/2019) malam.

iniSURABAYA.com – ‘Ghibah’ tak selalu berkonotasi negatif. Contohnya adalah ‘Ghibah Puisi’ yang digelar di lantai 5 Hotel Fairfield by Marriott Surabaya, Kamis (21/3/2019).

Acara yang diadakan mulai petang hari pukul 17.00 itu diwarnai ‘rasan-rasan’ soal puisi, karya seni yang makin langka disajikan dalam forum umum. Ternyata, kegiatan dalam rangka merayakan Hari Puisi se-Dunia ini mendapat respons positif dari penggemar seni puisi.

Bacaan Lainnya

Permainan musik akustik ukulele yang dimainkan Karina dari komunitas UKESUB yang membawakan lagu ‘Kubahagian’ dari Sherina mengawali kegiatan ‘Ghibah Puisi’. Selanjutnya sekitar 35 wanita yang hadir di acara tersebut secara bergantian tampil membacakan puisi yang sudah mereka persiapkan.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/03/jika-puluhan-wanita-kumpul-dan-gibah-soal-puisi-inilah-aksi-mereka/

Mereka yang tampil dari berbagai kalangan dan status pendidikan, mulai anak-anak, mahasiswi, mahasiswi, pengusaha, guru, dan juga jurnalis, serta ibu rumah tangga.  

Acara yang juga diadakan dalam rangka International Women Day ini juga disambut antusias para pegiat puisi, seperti dari komunitas Kota Jancuk, Teras Berpuisi, dan Undisputed Poetry.  

Ratih Muzzaiyanah membacakan puisi ciptaannya sendiri yang diberi judul ‘Wanita Tangguh’.

Diantara yang tampil ada juga anak berkebutuhan khusus. Ratih Muzzaiyanah, 24, bahkan dengan bangga membacakan puisi ciptaannya sendiri berjudul ‘Wanita Tangguh’.

“Tak pernah menjual harga dirinya demi kepuasan semata….” demikian penggalan puisi karya Ratih yang menyandang cerebral palsy yang tergabung dalam Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus Surabaya ini.

Selain Ratih, anggota Yayasan Peduli Kasih ABK lainnya yang turut memeriahkan acara malam itu adalah Tania Rizky Qoryati, 7, dan Alysa Iftitahurrohmah, 9. Dua gadis penyandang tuna netra ini tampil duet membawakan puisi berjudul ‘Keluarga’.

Apresiasi Hari Puisi se-Dunia ini kian berwarna lantaran undangan membawakan puisi dalam beragam bahasa. Puisi dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Jepang, hingga bahasa Jawa disampaikan dari perwakilan mahasiswi jurusan sastra Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

“Kata ghibah disini dimaksudkan sebagai wadah curhatan, unek-unek atau pemikiran yang ingin disampaikan melalui bait puisi dengan tema ‘Perempuan’. Karena acara ini sekaligus memperingati Hari Perempuan se-Dunia pada tanggal 8 Maret lalu,” ujar Kus Andi, Marcomm Manager Hotel Fairfield by Marriott Surabaya. dit

Pos terkait