‘Batik Kesayangan’, Ada Batik Berumur 100 Tahun Koleksi Bupati Pamekasan di House of Sampoerna

House of Sampoerna bersama Komunitas Batik Jawa Timur menggelar pameran bertajuk ‘Batik Kesayangan’. Pameran kali ini lebih menonjolkan sejarah di balik selembar batik sebagai warisan Nusantara.

iniSURABAYA.com – Masih dalam rangkaian Hari Batik Nasional, House of Sampoerna menggelar pameran bertajuk ‘Batik Kesayangan’ selama sebulan mulai Kamis (17/10/2019) hingga 9 November 2019.

Tetapi yang disajikan di Galeri Paviliun House of Sampoerna ini tak semata batik sebagai pembalut tubuh di berbagai acara. Tidak juga sebatas membahas tentang teknik pembuatan dan ragam motif batik.

Bacaan Lainnya

Pameran yang digelar dengan menggandeng Komunitas Batik Jawa Timur (Kibas) ini lebih banyak memapar sejarah di balik selembar batik, sehingga menjadi harta atau kesayangan bagi pemiliknya.

Seperti batik motif Penyoh Tang Bintang koleksi Bupati Pamekasan H Baddaruttamam. Kain warisan sang bunda yang digunakan sebagai selimut sewaktu masih kecil ini menggunakan pewarna alam dan diperkirakan berusia 100 tahun. 

Cerita unik lainnya adalah batik koleksi Lerem Pundilaras, kolektor asal Pamekasan. Batik motif Merak Latar Kar Jagat ini merupakan kain peningset pemberian seorang pemuda yang melamarnya saat malam midodareni sekitar 28 tahun lalu.

Latar belakang hadirnya sebuah batik menjadikan kain warisan budaya Tanah Air ini begitu berharga bagi para kolektonya. Hal itu yang disampaikan Thalca Hamid, salah satu anggota KIBAS yang memiliki batik dengan usia 80 tahun. 

“Alasannya dari sosok ibu saya  yang selalu memakai baju tradisional kala itu dengan motif Pekalongan, yang paling unik yaitu cara mendapatkannya pada tahun 50-an batik yang berasal dari Belanda ini saat dilelang,” begitu ungkapnya. 

Thalca Hamid mengklaim, batik dengan dominasi warna merah ini merupakan salah satu batik khas Belanda yang sedang diburu. dit

Pos terkait