Bikin Lukisan di Kain Scarft, Ayik : Ini Kado Buat Umi Kalau Nanti Pulang dari Paris

1174 views
Pelukis muda, Ayik, memajang ekspresi diri dalam pameran bertajuk ‘Retarded Identity to Personality’ di lobi Hotel Artotel Surabaya.

iniSURABAYA.com – Goreskan beragam alat lukis di selembar kertas adalah aktivitas yang tak bisa lepas dari keseharian Syarief Ravsanzani. Khususnya ketika dirinya terusik untuk mengekspresikan gejolak dalam hatinya.

Goresan pria yang akrab disapa Ayik ini bisa menggunakan drawing pen, cat air, atau juga cat akrilik. Hasilnya, adalah aneka gambar komik yang dia sebut sebagai kritik sosial tentang kehidupan di sekelilingnya.

Ayik mengaku, karyanya juga bisa mengekspresikan perubahan karakter seseorang, termasuk juga dirinya. Dia lalu menunjuk karyanya berjudul ‘Rundown to Run’ yang menggambarkan pandangannya mengenai perjalanan hidup.

Goresan di atas kain scarft dengan teknik digital printing itu memperlihatkan perjalanan seseorang dalam beberapa sekuel.  

“Seperti inilah orang hidup itu. Seperti orang berjalan, kadang lurus, kadang jatuh, tersungkur. Tapi ada satu titik, nantinya kita kembali berdiri tegak, menjadi pribadi yang baru dan utuh,” ungkapnya.

Pria kelahiran Aceh yang sudah mukim di Surabaya sejak 1995 ini menegaskan karya yang dia buat di atas kain scarft itu sangat spesial. “Karena saya siapkan sebagai hadiah buat umi kalau nanti pulang dari Paris,” cetusnya.

Selain media scraft, ragam karya Ayik yang dipajang di lobi Hotel Artotel Surabaya itu juga dipaparkan di atas kanvas dan kertas gambar. Khusus untuk lukisan yang dia buat di kertas gambar menggunakan teknik kolase.   

Dalam pameran lukisan tunggal bertajuk ‘Retarded Personality to Identity’ ini, Ayik ingin mengajak banyak orang untuk menikmati kehidupan sebagai proses menjadi pribadi yang utuh. dit

#artotelsurabaya #kolase #pameranlukisan #pelukis

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)