Menikah di Atas Usia 30 Tahun Sulit Dapat Anak? Begini Pendapat Dokter dari Morula IVF

Tim dokter Morula IVF melepas burung dara menandai ulang tahunnya yang ke-7. Perayaan hari jadi ini juga dimeriahkan dengan kampanye ‘You Are Not Alone’ di area Car Free Day Jl Raya Darmo Surabaya.

iniSURABAYA.com – Meningkatnya usia pernikahan belakangan ternyata juga membawa dampak kurang baik. Sebab, kemampuan untuk dapat hamil yang baik adalah di bawah usia 30 tahun.

“Ketika pasangan seorang wanita masuk usia 35 tahun kemampuan untuk hamil makin turun. Begitu pula pria, kualitas sperma juga menurun,” papar Dr dr Amang Surya Priyanto SpOG, Direktur Morula IVF, Minggu (3/11/2019).

Bacaan Lainnya

Ditemui di tengah acara kampanye ‘You Are Not Alone’ yang diadakan di area Car Free Day, Amang menambahkan, keberhasilan kehamilan dipengaruhi tiga faktor, yatu embrio, lapisan dalam rahim, serta komunikasi embrio dan dinding rahim.

Baca Juga : https://inisurabaya.com/2019/11/you-are-not-alone-morula-survivor-gelar-kampanye-patahkan-stigma-salah-soal-kemandulan/

“Embrio pegang peran besar dalam keberhasilan kehamilan,” tegasnya.

Menurut  alumnus program doktoral dari Fakultas Ilmu Kedokteran (FIK) Universitas Airlangga ini, menurunnya kemungkinan hamil karena usia tersebut bisa disiasati lewat perkembangan teknologi di bidang kedokteran.

Ada alternatif pilihan bayi tabung bagi pasangan usia lanjut yang ingin memiliki buah hati. “Alternatif ya, bukan jalan terakhir. Biasanya setelah beberapa tahun dicoba alami tidak hamil, inseminasi tidak hamil juga, baru bayi tabung.

Padahal, lanjut Amang, keberhasilan bayi tabung juga dipegaruhi oleh usia. “Semakin cepat melakukan tentu angka keberhasilan semakin tinggi,” imbuhnya.

Karena itu, Amang menyarankan agar pasangan suami istri memeriksakan diri sejak awal agar segera diketahui jika memiliki kemungkinan masalah kehamilan.

Sehubungan dengan meningkatnya pasangan suami istri memperoleh momongan ini pula yang membuat Morula IVF menggelar kampanye bertema ‘You Are Not Alone’.

Diakui Amang, kampanye tersebut sebagai salah satu upaya merangkul pasangan-pasangan lain yang tengah berjuang mendapatkan momongan.

“Kami ingin memberi semangat bahwa mereka tidak sendiri. Masalah ketidaksuburan ini bukan hanya masalah dari sisi wanita,” urainya.

Selain itu, masih kata Amang, banyak pula pasangan usia subur di Indonesia yang mengalami ketidaksuburan. “Kami juga ingin menegaskan bahwa mereka tidak sendiri. Ada klinik fertilitas yang siap menemani dan membantu mewujudkan impian mendapatkan buah hati,” pungkasnya. dit

Pos terkait