Lambang Cinta Itu Bukan Daun Waru, Tetapi Bulat! Begini Penjelasan Pelukis Yoes Wibowo

927 views
Setelah menikah, pasangan seniman Yoes Wibowo dan Wina Bojonegoro ini tetap getol berkarya. Mereka bahkan sering menggabungkan kreasi seni masing-masing, karya lukis dan literasi.

iniSURABAYA.com – Cinta bagi pasangan seniman Yoes Wibowo dan Wina Bojonegoro ternyata tidak disimbolkan dalam bentuk daun waru yang segitiga.

Bagi mereka, cinta itu bulat. “Setelah kami ngobrol, lambang cinta buat kami bukan hati berbentuk daun waru,  tetapi bulat. Karena setelah menikah kami sama-sama bulat. Semakin lama kami semakin membulat,” ungkap Yoes Wibowo sembari tertawa.

Ditemui di tengah persiapan pameran lukisan berjudul ‘Art, Love and Journey’ di Galeri Paviliun House of Sampoerna, Surabaya, Rabu (5/2/2020), Yoes lalu menunjuk salah satu karya yang merepresentasikan wujud cinta mereka.    

Pada karya berjudul ‘Lambang Cinta itu Bulat’ ini, Yoes –sang pelukis cat air— menggoreskan lingkaran dalam warna pink sebagai ‘identitas’ cinta yang dia bangun bersama Wina Bojonegoro, penulis fiksi.

Ditemui di tempat yang sama, Wina pun lalu membacakan sebait puisi yang dia buat untuk melengkapi karya suaminya itu. “Dalam berkarya kami saling merespons. Ada puisi yang direspons jadi lukisan, yang ini lukisan saya respons dengan puisi,” ucapnya.  

Perempuan asal Bojonegoro ini kemudian membaca puisi berjudul ‘Lambang Cinta itu Bulat’.  

‘Melesat jadi jerat
Merayapi kelenjar komunikasi
Melata antar kota
Melebur dalam umur
Menari dalam segi
Cinta adalah kemungkinan
Cair serupa air
Segar bagai udara
Bulat seperti tekad
Tekadmu tekadku
Menggerus saksi’

Ada 34 karya seni dalam bentuk lukisan, puisi, maupun instalasi yang dipajang dan bisa dinikmati untuk umum mulai Jumat (7/2/2020) hingga 29 Februari mendatang.  

Semua karya tersebut memvisualisasikan keseharian mereka. Pada karya lain bertajuk ‘Sudut Rumah Kita’ misalnya, direspons oleh Wina ke dalam sebuah puisi tentang sebuah rumah yang selalu membuat rindu bahkan ketergantungan kepada seorang lelaki.  

Dalam pameran tersebut, ditampilkan pula beberapa karya hasil lukisan on the spot Yoes Wibowo saat berlibur ke berbagai tempat bersama sang istri.

Menurut Yoes, lewat karyanya itu dia ingin mengungkapkan mengenai indahnya hidup dengan cinta, dan menebar cinta pada lingkungan dan sosial dengan cara berbagi.

“Mencintai semesta dengan segala isinya untuk hidup lebih indah,” tandasnya.

Yoes Wibowo juga menambahkan pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam demi menjaga kelangsungan hidup dunia beserta isinya.

“Semoga pameran ini memberi makna positif dan suasana alam khas Omah Padma bisa turut dirasakan oleh semua pengunjung Galeri Paviliun,” begitu harapnya.

Sementara Rani Anggraini, Manager House of Sampoerna berharap pameran ini dapat memberikan suasana yang berbeda dan pengalaman baru dalam menikmati pameran di House of Sampoerna.

“Semoga pameran ini juga turut mengisnpirasi para seniman untuk berkolaborasi dengan jenis karya berbeda dan menghasilkan karya-karya yang lebih menarik,” tuturnya. dit

#houseofsampoerna #pameranlukisan #winabojonegoro #yoeswibowo

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)