Tak Perlu Panik, Ternyata Virus Corona Bisa Dihindari dengan Cara Mudah Ini

iniSURABAYA.com – Mencuatnya kabar terkait Virus Corona bikin masyarakat Indonesia panik. Mereka lalu memborong masker, hand sanitizer, serta obat-obat yang diyakini bisa menghindarkan diri dari seragan virus tersebut.

Namun, ternyata ada penangkal mudah yang bisa dilakukan siapa pun agar terhindar dari virus yang juga dikenal dengan sebutan Covid-19 itu. “Sering-seringlah cuci tangan, dan jangan menyentuh wajah jika tidak yakin tangan dalam keadaan bersih,” tegas dr Wewen Siswanto SpPD dalam acara Focus Group Discussion bertajuk ‘Surabaya Waspada Covid-19’ di RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari RS Adi Husada Undaan Wetan ini, ‘kebudayaan’ cuci tangan harus ditingkatkan. Diakui Wewen, menerapkan perilaku cuci tangan ini memang tidak mudah karena masyarakat cenderung mengabaikannya.  

Dokter Oktiningsih SpP

“Jadi agar terhindar dari Virus Covid-19 sebetulnya bukan berebut beli masker. Sebab, masker efektif buat yang sudah positif sakit,” cetus Ketua Komite Pengendalian & Pencegahan Infeksi RS Adi Husada Undaan Wetan ini.

Yang paling penting, masih kata Wewen, adalah cuci tangan sesering mungkin. “Setiap ada waktu cuci tangan. Apalagi ketika d rumah sakit, sebelum dan sesudah bertemu orang sakit harus cuci tangan pakai air atau hand sanitizer,” tandasnya.

Hal yang sama juga berlaku pada dokter yang tidak bisa menghindarkan diri untuk bertemu pasiennya. “Dokter harus pakai pelindung (masker) yang benar karena tidak bisa dihindari ketemu orang sakit,” urainya.

Hal yang sama juga berlaku bila seseorang merawat orang sakit di rumah. Tujuan pemakaian masker agar percikan tidak menyebar kemana-mana.
“Jika yang dirawat menderita batuk atau pilek harus pakai masker keduanya. Itu lebih baik,” katanya.

Dokter Wewen Siswanto SpPD

Selain Dokter Wewen, acara yang diselenggarakan Forum Komunikasi Hotel dan Media (FKHM) Jawa Timur bersama RS Adi Husada Undaaan Wetan itu menampilkan pula dr Oktiningsih SpP.

“Waspada itu perlu, tetapi jangan sampai berlebihan. Untuk itu kita harus pro-aktif, jangan reaktif,” ucap Oktiningsih.

Spesialis Paru-Paru ini mengingatkan ada tiga klasifikasi kasus Covid-19, yaitu ‘Orang dalam Risiko’, ‘Orang dalam Pemantauan’, dan yang paling berat dan perlu diwaspadai adalah ketika sudah masuk kategori ‘Pasien dalam Pemantauan’. dit

Pos terkait