Virus Corona Menyebar di 12 Kabupaten/Kota di Jatim, Ini Pesan Gubernur Khofifah Buat RT, RW, dan Kepala Dusun

751 views
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

iniSURABAYA.com – Terus berkembangnya virus corona membuat Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur merasa perlu untuk mengingatkan perangkat di tingkat desa dan kelurahan.

Gubernur wanita pertama di Jawa Timur itu bahkan berharap instruksi melalui video pendek berdurasi 1:22 menit itu bisa pula sampai hingga di jajaran setingkat kepala dusun, kamituwo, serta RT, dan RW.

“Dari berbagai perjalanan penyebaran Covid-19 di berbagai negara, ternyata salah satu pencegahan efektif, adalah kita tinggal di rumah,” demikian pesan penting Khofifah, Minggu (22/3/2020).  

Oleh karena itu, lanjut Khofifah,”Saya, ingin menyampaikan pesan ini kepada para kamituwo, kepala dusun, kepala desa, Pak RT, Pak RW, Karang  Taruna di Tingkat Desa, Ibu-ibu PKK, Posyandu, Polindes, mari kita mulai dari lini paling bawah. Kita menjaga jangan keluar rumah, kalau tidak karena sesuatu itu memang sangat dibutuhkan, sangat urgen.”

Khofifah menambahkan,“Kami di pemprov, bersama dengan jajaran Polda, Kodam, Armada Dua, bersama-sama mencoba mencari solusi penanganan yang tercepat. Mudah-mudahan Allah swt segera mengangkat Covid19 dari bumi Indoesia, dari bumi Jawa Timur. Mudah-mudahan kita mendapatkan anugerah kesehatan lahir dan batin.”

Informasi lain yang diperoleh iniSurabaya.com, Pemprov Jatim telah menyiapkan 1.613 bed untuk pasien corona. Dan menyiapkan 525 ruang isolasi total, 388 pengembangan bed isolasi rumah sakit, dan 700 ruang observasi.

Total bed observasi berjumlah 700 bed. Tersebar di BPSDM Provinsi Jatim Surabaya (400), BPSDM Provinsi Jatim Malang (100) Asrama Koni (100) dan RSUD Dlopo Kabupaten Madiun (100).

Menurut Khofifah, jika memungkinkan ruang observasi tersebut seperti di Natuna. Pasien dipastikan makan dengan gizi tercukupi, mengikuti pengecekan kesehatan dan jadwal olahraga.

“Pastikan kemudian ada semangat yang terbangun. Kira-kira seperti itu. Itu ruang observasi. Tapi tetap di situ harus ada dokter. Itu persis di Natuna tapi ini tidak dalam bentuk tenda jadi sudah dalam bentuk gedung-gedung,” tegasnya.

Ruang observasi ini diperuntukkan bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP). Karena ada kontak langsung dengan pasien yang sudah positif atau ODP yang harus isolasi mandiri tapi menemui kesulitan.

“Kemarin saya sampaikan mungkin bisa di ruang observasi ini,” imbuhnya.

Ditekankan Khofifah, Pemprov Jatim juga mempersiapkan penambahan ruang pasien umum serta ruang radiologi baru. Sementara, RSUD Dlopo Madiun masuk kategori sebagian di kategori pengembangan bed isolasi dan sebagian bed observasi.

Data yang diperoleh iniSurabaya.com, hingga Minggu (22/3/2020) di Jawa Timur, kasus Covid-19 sudah menyebar di 12 kota/kabupaten.

Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 999 orang, 88 PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan 41 positif. Tertinggi di Surabaya ada 29 positif, berikutnya menyusul Malang Raya (5), masing-masing 3 di Sidoarjo dan Magetan. Serta satu kasus positif di Kabupaten Blitar. dit

#covid19 #gubernurjatim #khofifahindarparawansa #viruscorona

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)