Hadapi Langsung Pasien Covid-19, Begini Suka Duka Sang Violis Cecillia Young

Cecillia Young

iniSURABAYA.com – Usia Cecillia Young masih sangat muda. Tepat 11 Agustus mendatang wanita yang dikenal sebagai violis ini baru menginjak 25 tahun.

Cecillia yang juga terampil memainkan sejumlah alat musik seperti gitar dan piano ini baru menyandang gelar dokter penuh usai mengucap sumpah dokter baru ke-123 (CXXIII) Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara pada 31 Juli 2019.

Bacaan Lainnya

Namun, karena profesi itu pula Cecillia kini harus ‘bergelut dengan maut’. Sudah sekitar 2,5 bulan Cecillia tidak bisa pulang lantaran harus menjalankan tugasnya menangani pasien yang terpapar Covid-19 di RSUD Balaraja, Provinsi Banten.

Berikut penuturan Cecillia selama merawat pasien Covid-19 sebagaimana dikutip dari tribunnews.com atas rekomendasi sang ayah, Yohannes kepada iniSurabaya.com.

“Miris. Sedih banget!” Kata itulah yang spontan dia ucapkan saat ditanya mengenai perasaannya ketika melihat banyak teman sejawabnya, para tenaga medis berguguran di tengah tugasnya merawat pasien yang terpapar virus corona.  

Dokter Cecillia Young memakai APD

Melihat angka kematian yang terus bertambah, Cecillia mengatakan dirinya sampai merasa seperti sedang terjadi ‘pembunuhan massal’

“Dukanya mungkin ketika melihat sejawat kami banyak yang gugur. Mereka juga pahlawan. Sedih sekali melihatnya, kok seperti ini?” tuturnya.

Namun, menurut Cecillia, semua dikembalikan kepada Sang Pencipta. “Kita bukan Tuhan yang menentukan hidup matinya seseorang. Kita tidak bisa menyalahkan Covid-19 ini untuk kematian sejawat-sejawat kami,” begitu tegasnya.

Cecillia juga menandaskan bahwa seluruh tenaga medis sudah ‘overtime’ untuk penanganan kasus Covid-19 ini. Karena itu, para tenaga medis, termasuk dirinya gembira ketika menyaksikan ada pasien yang berhasil sembuh dan bisa kembali pulang.

“Kami, tenaga medis berjuang benar-benar maksimal agar pasien bisa sembuh,” urainya.

Kepada pasien yang bisa meninggalkan rumah sakit dan kembali berkumpul keluarganya, dia selalu mengedukasi pasien untuk mencegah penularan.

Terutama di edukasi soal Covid-19 ini sehingga bisa mengajak lainnya agar menahan diri tidak keluar rumah. “Taati peraturan pemerintah, social distancing dan lainnya. Jangan bandel, kalau bisa di rumah, ya di rumah saja,” pesannya.

Cecillia melihat kecenderungan masyarakat sudah bosan di rumah saja. “Tetapi kasus ini meningkat terus lho. Jadi harus mengikuti peraturan, jangan bebal. Tidak usah khawatir berlebihan juga,” tegasnya. dit

Pos terkait