Inilah Ragam Masker Kain Kreasi UMKM Surabaya

iniSURABAYA.com – Di saat pandemic Covid-19 tak kunjung reda, pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat terus memakai masker sebagai upaya pencegahan virus corona.

Untuk mendukung kampanye penggunaan masker itu pula, House of Sampoerna (HoS) yang mengayomi banyak mitra UMKM merilis masker kain produksi tiga mitra UMKM Surabaya, yaitu Sawoong, Ike Diana Craft, dan Embun Craft.

Bacaan Lainnya

“Masing-masing UMKM menawarkan beragam pilihan bentuk, bahan dan motif masker kain yang disesuaikan kebutuhan masyarakat,” ungkap Rani Anggraini, Manager Museum & Marketing House of Sampoerna dalam rilis yang dikirim ke redaksi iniSurabaya.com.

Menurut Rani, sahabat House of Sampoerna yang berminat, dapat melihat contoh produk dan langsung memesan ke masing-masing kontak UMKM yang tertera pada website www.houseofsampoerna.museum.

Rani pun memapar profil ketiga UMKM produsen masker kain tersebut.

  • Sawoong
    Dilahirkan pada tahun 2007 dan memiliki badan usaha bernama CV Sawoong Creative, Kuncarsono Prasetyo selaku owner menjuluki tempat berkaryanya sebagai Lodji Ketjil.
    Lodji berarti rumah tinggal, sedangkan ketjil yang bermakna kecil. Secara harfiah dapat diartikan rumah tinggal kecil tempat keseluruhan kegiatan Sawoong dilaksanakan.
    Mulai dari aktivitas produksi (perencanaan, pengerjaan, dan manajemen pengelolaan stok), penjualan, dan promosi dilaksanakan di tempat tersebut. Ada dua bendera usaha dalam Lodji Ketjil Sawoong yakni brand Sawoong dan Republik Kaos (2010).
    Fokus utama brand Sawoong adalah untuk menyediakan cinderamata khas Surabaya mulai dari kaos, pin, mug, tas, gantungan kunci, tempelan kulkas, dan kartu pos.
    Semangat membangun Sawoong berawal dari cita-cita bersama berkampanye untuk menyelamatkan warisan budaya Surabaya yang masih dipertahankan Sawoong sampai hari ini.
  • Ike Diana Craft
    Kecelakaan yang dialami Diana Kartika Damayanti pada tahun 2012 mengubah hidupnya, dari yang awalnya pegawai kantoran mencoba untuk resign dan memfokuskan diri dalam karya kerajinan.
    Pada awal merintis, yang dilakukan hanya mendatangkan sospeso tansparante untuk dijual langsung, lalu memutuskan untuk mempraktekkan sebagai hasil karya sendiri.
    Terbukti pada tahun 2017, Diana berhasil membangun Ike Diana Craft hingga mengikuti IFW (Indonesia Fashion Week) tahun 2018 di Jakarta. Menggunakan media sosial sebagai media promosi, tak hanya warga lokal tetapi merambah hingga mancanegara turut menyukai karyanya.
  • Embun Craft
    Berawal dari sekadar belajar menjahit mukena di sebuah workshop yang diadakan oleh Bunda Listya Budi pada tahun 2016. Nur Fajri selaku pemilik Embun Craft kemudian mencoba merambah menjahit tas, pouch, pencil case, bottle case, dan lainnya.
    Beberapa aksesoris yang dibuat disesuaikan keinginan customer. Mulai dari bahan, ukuran, dan harga juga menyesuaikan pesanan.

Pos terkait