Nurman ‘Jadi UMKM Juara’ Berkat Sepatu Ceker Ayam, Begini Kisahnya

729 views
Pendiri dan pemilik Kebab Turki Baba Rafi Nilam Sari (tengah) bersama Nurman Farierka (kanan), penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang kewirausahaan dalam inspira webinar SATU Indonesia Awards 2020 dipandu moderator penyiar radio dan pelaku industri kreatif Iwet Ramadhan (kiri).

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Suara gerobak pedagang sayur mulai terdengar perlahan memasuki Gang Subur, Regol, Bandung. Tepat satu jam sebelum menunjukkan pukul 06.00, seorang anak muda yang tinggal di Gang Subur buru-buru membuka pintu depan rumahnya. Dia menunggu pedagang sayur yang akan memasok ceker ayam.

Adalah Nurman Farierka, yang setiap 10 hari menampung 20 kilogram ceker ayam dari pedagang sayur langganannya. Bukan untuk dibuat makanan tertentu, ceker ayam itu hanya diambil kulitnya untuk dibuat sepatu.

“Saya ingin sepatu ceker ayam merek Hirka dapat dipahami dan diterima seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, saya membuat dua jenis sepatu, yakni Jokka dan Tafiaro yang berarti jalan-jalan dalam bahasa Makassar dan Papua,” ujar pemuda yang tahun ini genap berusia 25 tahun.

Jatuh bangun Nurman membuat sepatu dari ceker ayam pertama di dunia diceritakan dalam inspira webinar bertema ‘Jadi UMKM Juara’ yang diadakan oleh Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2020 bersama dengan Young On Top.

Nurman Farierka (kanan), penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang kewirausahaan saat menyulam sepatu dari kulit ceker ayam (foto diambil Oktober 2019).

Sebagai pencetus Hirka yang memiliki konsumen antarpulau dan negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang hingga Prancis, Nurman telah menjajaki pasar global melalui berbagai platform ranah digital sejak awal didirikan, sehingga tidak terjadi perubahaan strategi secara signifikan.

“Awalnya saya ingin menguatkan produk-produk Hirka dengan memproduksi 200 pasang sepatu agar dapat memasuki pasar ritel di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Namun karena terjadi pandemi Covid-19, Nurman mengubah cara penjualan dengan sistem pre-order dan menyebarkannya melalui platform daring yang telah dirintis tiga tahun terakhir.

Secara perlahan, Hirka semakin berkibar dengan mendapatkan konsumen- konsumen baru, sehingga penghasilannya meningkat 20 persen setiap bulan.

“Dengan metode pre-order, Hirka telah menjual 70 hingga 90 pasang sepatu per bulan, berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mampu menjual 30 pasang sepatu per bulan,” papar Nurman yang menemukan resep pengolahan kulit ceker ayam dari catatan bapaknya.

Penjualan melalui platform daring yang banyak dilakukan pelaku usaha di tengah pandemi seperti saat ini diyakini dapat membuat bisnis mereka bertahan. wid

#semangatastraterpaduuntukIndonesiaAwards #sepatucekerayam #umkmjuara

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)