Dukung MAARIF Institute Lawan Misinformasi, Google.org Donasikan US$ 800.000 untuk Latih 26.700 Guru di Indonesia

716 views

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Demi membekali lebih banyak masyarakat Indonesia dengan keterampilan yang tepat untuk melawan misinformasi, Google.org, yang merupakan organisasi filantropi dari Google, mendonasikan US$800.000 kepada MAARIF Institute yang akan bekerja sama dengan mitra-mitranya, yaitu MAFINDO dan Love Frankie, untuk meluncurkan ‘Program Tular Nalar’.

Selama 18 bulan ke depan, program ini ditujukan untuk melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di Indonesia tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi, selain membekali mereka dengan keterampilan literasi media yang relevan.

Untuk menjangkau tenaga pendidik dan siswa yang tidak memiliki akses wi-fi, MAARIF Institute juga bekerja sama dengan JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia) untuk membuat acara bincang-bincang radio dengan target menjangkau 1 juta siswa dalam tiga tahun ke depan.

Sementara penetrasi internet dan konsumsi media sosial meningkat di Indonesia, tingkat literasi media di kalangan masyarakat masih relatif rendah. Seiring penggunaan internet yang terus berkembang, sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia memiliki keterampilan tepat guna memahami apa yang mereka konsumsi secara online, entah itu artikel berita, atau permintaan informasi pribadi mereka.

Terlebih lagi menjelang momen pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilaksanakan pada bulan Desember, program literasi media menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat Indonesia menjadi warga negara yang lebih kritis dan berpengetahuan.

“Pemerintah Indonesia juga meyakini, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, guru dan dosen juga memainkan peran yang sangat penting dalam melawan misinformasi melalui program pendidikan,” tegas Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Muhadjir menambahkan, Pemerintah Indonesia menyambut baik hibah ke-4 yang diberikan Google.org, untuk mendukung berbagai organisasi lokal baik itu pemeriksa fakta, komunitas literasi digital dan lembaga sosial masyarakat yang memiliki visi yang sama, yaitu untuk memerangi misinformasi.

“Saya harap program ini memberikan solusi dan membantu dosen, guru, dan mahasiswa untuk memiliki ketahanan terhadap misinformasi dan disinformasi melalui edukasi literasi media dan digital,” ujarnya.

Sementara Ryan Rahardjo, Head of Public Affairs for Southeast Asia di Google pun mengakui bahwa internet semakin membuka dan memudahkan akses ke beragam informasi. “Tetapi kami juga menyadari berbagai kerentanan yang timbul dari keterbukaan ini,” imbuhnya.

Ryan menekankan, hibah Google.org yang diberikan untuk MAARIF Institute adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia dalam memilih sumber yang kredibel dari berita dan informasi mereka baca di internet.

“Melawan misinformasi terus menjadi tantangan penting, dan kami sangat bangga bisa mendukung proyek ini untuk mengatasi masalah tersebut,” tuturnya.

Upaya ini juga didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi Indonesia.

Khelmy K. Pribadi, Direktur Program dari MAARIF Institute menyampaikan bahwa Covid-19 telah menunjukkan semakin dibutuhkannya program pendidikan yang inovatif, kuat, dan mudah diakses guna melatih para pendidik cara melawan misinformasi.

“Menggunakan perpaduan platform daring dan tradisional, program literasi media kami akan melatih tenaga pendidik dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis untuk mengidentifikasi hoaks, misinformasi, dan disinformasi melalui berpikir kritis serta edukasi literasi media,” paparnya.

Khelmy mengaku senang mendapat dukungan dari Google.org dan bekerja sama dengan mitra tepercaya seperti MAFINDO dan Love Frankie untuk memperluas proyek ini di 23 kota di Indonesia.

Septiaji Eko Nugroho, Pendiri dan Ketua MAFINDO menambahkan bahwa memproduksi konten yang sesuai kebutuhan siswa saat ini dan kesenjangan literasi media sangatlah penting.

“Sebagai kreator konten untuk inisiatif ini, kami fokus pada pengembangan sumber daya dan kurikulum, menggunakan penelitian formatif yang dirancang bersama para akademisi, tokoh agama, pakar literasi media, dan dosen,” cetusnya.

Sebagian dari hibah ini juga akan digunakan MAARIF Institute, dibantu MAFINDO, untuk membuat portal daring yang diluncurkan pada bulan Januari 2021 untuk menyimpan berbagai referensi edukasi yang dapat dipakai para pendidik untuk mengajar siswanya.

Hibah baru ini digunakan untuk terus membangun sejumlah program literasi media yang didukung Google selama bertahun-tahun. Sejak 2017, Google.org mendonasikan lebih dari USD 2,4 juta, termasuk hibah baru ini, untuk mendukung berbagai organisasi lokal, yaitu MAARIF Institute, ICT Watch, MAFINDO, ECPAT, Sejiwa Foundation, Ruangguru Foundation, dan Peace Generation yang sama-sama punya visi untuk melawan misinformasi.

Hingga tahun 2021, program ini melatih dan menjangkau lebih dari 265.000 orang di Indonesia termasuk pelajar, orang tua, jurnalis, dan lain-lain. wid

#googleorg #maarifinstitute #mafindo #programtukarnalar

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)