
Proses pembuatan 'taman dalam air' atau aquascape perlu kecermatan dan kesabaran menata pernak-pernik di dalamnya sebelum akhirnya mengisi air.

iniSURABAYA.com – Tetap berkreasi di tengah pandemi. Salah satunya adalah otak-atik taman dalam air yang yang dikenal juga dengan istilah ‘aquascape’.
Untuk lebih menantang munculnya kreativitas dalam bermain akuarium ini, Surabaya Scaper Community menghadirkan ‘Live Aquascape: Set Up and Exhibition’ di Ciputra World Surabaya.
Agenda ‘Live Aquascape yang bisa disaksikan di Lower Ground Atrium ini sudah dimulai sejak Jumat (23/10/2020) dan akan berlangsung hingga Minggu (1/11/2020).
Menurut Stephana Fevriera, PR & PromotionCiputra World Surabaya, aquascape yang merupakan seni mengatur tanaman, bebatuan, kayu, karang, dan elemen-elemen lainnya dalam suatu akuarium hingga menyerupai ekosistem air sebenarnya ini ternyata telah menarik minat sejak tahun 1930-an.
“Aquascaping ini kembali menjadi tren di Indonesia sejak tahun 1990-an,” kata gadis yang akrab disapa Riera ini.
Riera menambahkan, ‘taman dalam air’ memiliki beberapa gaya umum diantara para penggemarnya, antara lain Dutch, Natural dan Diorama. Budget yang dibutuhkan untuk membuat suatu karya aquascape mulai Rp 500.000-an.

“Anubias, Moss, Montecarlo, dan Cuba merupakan beberapa jenis tanaman air favorit dalam dunia aquascape,” imbuh Riera.
Event ini menghadirkan kompetisi Live Aquascape yang terdiri atas dua kategori yaitu umum dan profesional dengan range usia beragam (tanpa batasan).
Dengan jumlah peserta 16 orang dari masing-masing kategori, peserta diberi waktu hingga lima jam untuk merampungkan hasil karyanya dengan berbagai material dan peralatan yang disiapkan panitia dan peserta.
Rencananya, aquascaping ini digelar secara rutin setiap tahunnya, dan diharapkan bisa mencakup skala nasional untuk semakin mengeksplor kreativitas para scaper di Indonesia. dit
















