Menunggu 21 Tahun, Pasangan Suami Istri Ini Akhirnya Dapat Momongan Karena Keripik Singkong

334 views
Somidi (dua dari kanan) bersama Suudiyah (kanan) didampingi tim dokter spesialis kandungan dari Morula IVF Surabaya.

iniSURABAYA.com – Tak pernah berhenti berusaha dan pantang menyerah. Itulah kunci keberhasilan yang dipegang pasangan suami istri Somidi (51) dan Suudiyah (44) hingga akhirnya mereka mendapatkan sang buah hati.

Aisyiah, anak yang didambakan oleh Somidi-Suudiyah ini akhirnya lahir tepat pada tanggal 1 Desember 2020 lewat operasi caesar. Kegembiraan yang tidak terkira mereka rasakan setelah penantian selama 21 tahun menikah.

Proses untuk mendapatkan momongan yang dilakukan pasangan suami istri asal Sumenep ini sudah melalui berbagai cara. Upaya medis hingga pengobatan alternatif herbal sudah mereka tempuh selama bertahun-tahun.

“Saya sudah berobat kemana-mana, mulai ke Pamekasan bahkan sampai ke Probolinggo saya jalani. Tetapi tetap tiada hasil,” ungkap Somidi saat ditemui di Total Life Clinic, Jumat (11/12/2020).  

Sekitar setahun silam mereka sempat gembira ketika Suudiyah tidak haid selama 1,5 bulan. Namun, harapan untuk mendapatkan momongan kembali pupus lantaran dari hasil test kehamilan dinyatakan negatif.

Harapan kembali tumbuh ketika Somidi dapat saran dari seorang dokter di Sumenep untuk menjalani proses bayi tabung di Surabaya.

“Yang kami jalani untuk dapat keturunan memang tidak mudah. Tetapi keinginan kuat ini yang jadi kunci keberhasilan hingga akhirnya istri saya bisa hamil,” kata pria yang mengaku hanya lulusan SMA ini.

Keinginan kuat untuk mendapatkan buah hati pula yang membuat Somidi tidak mempermasalahkan biaya yang harus dia keluarkan guna menjalani program bayi tabung di Morula IVF Surabaya.

Somidi dan Suudiyah

“Dari awal saya sudah dikasih tahu biaya untuk menjalani proses bayi tabung ini Rp 70 juta. Saya tak punya deposito. Tetapi Alhamdulillah, saya punya simpanan cukup. Tetapi biaya hidup selama jalani proses bayi tabung ini saya dapat dari jualan keripik singkong,” papar Somidi.

Anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku sehari-harinya berjualan cemilan keripik singkong itu di kompleks wisata religi Makam Asta Tinggi Sumenep.

“Dari hasil jualan itu lumayan bisa buat menambah biaya proses bayi tabung, nggak sampai jual sawah,” urainya sambil tertawa.

Semangat tinggi untuk mendapatkan momongan pada diri Somidi maupun Suudiyah itu diakui oleh dr Benekdiktus Arifin MPH SpOG (K), dokter spesialis kandungan Morula IVF Surabaya yang menangani proses bayi tabung pasangan suami istri tersebut.  

Sebab, proses yang harus dilakukan Somidi dan Suudiyah sama sekali tidak instan. Ketika pertama kali datang konsultasi ke Morula IVF pada Februari 2019, embrio baru bisa ditanam di rahim Suudiyah pada April 2020. dit

#astatinggi #bayitabung #morulaivf #pengobatanalternatif #sumenep

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)