Bisa Sebagai Ganti Tes Swab PCR, Sertifikat Pasca Vaksinasi Bisa Dipakai untuk Pergi Naik Pesawat Maupun Nonton Konser

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan

iniSURABAYA.com – Jika kebijakan ini jadi diterapkan bakal jadi kabar gembira bagi mereka yang sering bepergian jauh menggunakan transportasi umum. Pasalnya tak perlu lagi melakukan rapid test atau pun swab test.  

Dalam pernyataannya saat rapat rapat bersama Komisi IX, Budi Gunadi Sadikin menyatakan tentang rencana pemerintah memberikan sertifikat bagi warga yang telah disuntik vaksin Covid-19.

Bacaan Lainnya

Menurut Budi, sertifikat berbentuk digital itu bisa dipakai sebagai pengganti hasil tes cepat antigen maupun tes swab PCR. “Sertifikat digital yang bisa ditaruh di Apple Wallet atau Google Wallet, sehingga kalau terbang atau pesan tiket di Traveloka, tidak usah menunjukan PCR test atau antigen,” paparnya.

Budi mengaku ide tersebut didapat dari Aliyah Mustika Ilham, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Nasdem yang mengusulkan warga yang divaksin Covid-19 diberikan benefit, bukan ditakuti dengan pasal pidana.
“Tadi Ibu Aliyah mengatakan ada ide yang bagus dan saya rasa ini akan saya pakai,” ungkapnya.

Tetapi, sebelum menerapkan kebijakan tersebut, lanjut Budi, pihaknya akan membahasnya dengan Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan. Pemberian sertifikat itu adalah bentuk insentif terhadap masyarakat yang divaksinasi.

Tak hanya untuk keperluan bepergian, Budi menekankan, sertifikat itu bisa pula digunakan oleh warga saat menonton konser, datang ke pasar, mall, hingga ke acara besar seperti pengajian.

“Asalkan ada health certificate dalam bentuk Google Wallet. Nanti kami cari aplikasi-aplikasinya bisa dibikin anak-anak muda Indonesia agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik dan online,” tuturnya,

Sebagaimana diberitakan, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu (13/1/2021). Selain Jokowi, sejumlah menteri dan tokoh masyarakat juga disuntik vaksin CoronaVac di Istana Negara. Pada tahap pertama, vaksin diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. dit/dbs

Pos terkait