Wujudkan Mimpi Menjadi Content Creator, Emil: Pekerjaan Serius Bukan Cuma yang Dipelajari di Sekolah Formal

536 views
Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur (baju putih) di acara Content Creator Academy Batch 1.

iniSURABAYA.com – Berkembangnya dunia IT belakangan, khususnya yang berkaitan dengan media sosial memberi peluang untuk menapaki karier sebagai content creator.

Sebab, ilmu tentang broadcasting, pengembangan media sosial, hingga proses produksi diyakini menjadi sangat penting untuk dunia perekonomian saat ini.

Bahkan Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur pun mengakui belakangan banyak yang punya ketertarikan jadi content creator. Masalahnya, lanjut Emil, masih banyak pula yang punya pikiran bahwa bikin konten di YouTube atau media sosial lainnya bukan pekerjaan serius.

“Mereka berpikir kerjaan serius cuma yang dipelajari dari sekolah,” tegasnya.

Dari fenomena itu pula, Pemprov Jatim sangat mendukung hadirnya Content Creator Academy. Wadah ini merupakan spin-off dari Millennial Job Center yang juga bagian dari program kerja Nawa Bhakti Satya Pemrov Jatim.

“Tidak semua content creator harus punya kanal sendiri,” tegasnya.

Menurut Emil, dengan kemampuan yang dimiliki, seorang content creator juga bisa menyelesaikan tantangan-tantangan lain. ”Diberi challenge, bagaimana membuat video untuk UKM, promosi wisata daerah, atau membantu menyampaikan program pemerintah,” ujar Emil.

Meski memiliki daya tarik yang besar, tak lantas kemudian semua orang diajak menjadi content creator. ”Yang mau jadi engineer ya tetap lanjutkan cita-citanya, mau jadi lawyer juga tidak apa-apa,” katanya.

Content Creator Academy, lanjut Emil, merupakan wadah bagi mereka yang punya bakat tetapi tidak tahu kemana menyalurkannya. “Ini sekaligus meyakinkan mereka, bahwa yang mereka lakukan bukan sekedar hobi, tetapi justru bisa menolong ekonomi kita,” tandasnya sambil menunjukkan harapannya agar kegiatan ini tak hanya berhenti di Batch 1.  

Sementara Budiono Sukses yang tampil sebagai salah satu mentor di agenda Content Creator Academy ini menyatakan banyak hal penting yang dipelajari peserta selama masa ‘pendidikan’.

“Di wadah ini mereka belajar tentang rule-rule sebagai content creator di YouTube, seperti bikin judul, membaca laporan di YouTube, dan bagaimana mengembangkan kanal itu sendiri,” papar YouTuber yang dikenal sering melakukan review kuliner ini kepada iniSurabaya.com.

Dalam kegiatan itu peserta diajarkan pula tentang membangun pola pikir sebagai content creator, memahami hak cipta, dan mengenal pasar.

Peserta juga mendapat pelatihan teknis tentang cara mengunggah video supaya mendapat respons optimal, lalu ada bahasa YouTube Analytics, sampai cara menghitung monetasi YouTube, hingga kenapa harus memilih YouTube sebagai tempat menampilkan karya.

Dari kegiatan ini diharapkan peserta mendapat amunisi ilmu sehingga mampu bersaing, mandiri dan sejahtera dan dapat menciptakan sebuah ekosistem content creator yang baik dan sehat di Jawa Timur.

Menurut Budiono Sukses, mereka yang sudah jago bikin video belum tentu bisa saat menempatkan diri sebagai content creator.  

Karena itu pula, di wadah tersebut peserta diberi ilmu membuat video yang mampu menarik viewer dalam jumlah solid dengan target penonton yang sesuai.

Dalam forum itu pula dipapar data dari businessinsider.com, 62,05 persen dari video yang ada di YouTube ditonton kurang dari 1.000 kali. Hanya sebesar 0,33 persen yang ditonton lebih dari 1 juta kali.

Dengan 300 jam konten di YouTube yang diunggah tiap menitnya, cukup sulit untuk meraih popularitas di YouTube. Apalagi algoritma YouTube banyak menampilkan video dengan jumlah tontonan yang banyak serta yang sedang trending.

Untuk itulah sejumlah content creator di Jawa Timur menggagas acara Content Creator Academy. Mereka mengumpulkan talenta di bidang content creator yang dianggap memiliki potensi untuk berkembang.

Untuk Batch 1, seleksi dilakukan mulai 28 Oktober-5 November 2020. Peserta yang lolos seleksi mendapatkan mentoring secara privat, one on one selama beberapa pekan hingga 24 Desember lalu.

Mereka berasal dari berbagai daerah, diantaranya Surabaya, Pamekasan, Ponorogo, Trenggalek, Lamongan, dan Magetan. dit

#contentcreator #contentcreatoracademy #emildardak #wakilgubernurJawaTimur #youtube

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)