Padu Padan Baju Lama di Panggung Muffest 2021, Alben : Masyarakat Tidak Perlu Sering Beli Baju

156 views
Di panggung ‘Muslim Fashion Festival 2021’ para desainer tidak lagi berlomba-lomba bikin rancangan baru, tetapi ditantang menghadirkan karya lama mereka sehingga tetap sesuai tren.

iniSURABAYA.com – Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021 yang digelar di Pakuwon Mall Surabaya sejak 1 April 2021 mengusung konsep ‘Sustainable’.

Melalui acara rutin tahunan yang digelar Dyandra Promosindo dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) tersebut, para desainer berkomitmen mengurangi limbah tekstil melalui sustainable fashion.

Pentas busana yang hadir di lima kota besar di Indonesia ini memajang ratusan busana berkonsep less waste.

Menurut Ali Charisma, National Chairman IFC, pihaknya mengajak pelaku dan pengguna fashion untuk sadar dan memahami pentingnya sustainable fashion.

“Sesuai konsep sustainable, peserta Muffest kali ini tidak harus membuat koleksi baru. Namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima pasar secara luas,” tegasnya.

Ali Charisma juga berharap para pelaku industri mode untuk tidak memproduksi barang secara berlebihan. “Kegiatan ini bertujuan pula untuk kembali membangun industri fesyen. Kita perlu bergandeng tangan, bergerak bersama, dan saling menyemangati,” ungkapnya.

Alben Ayub Andal, PIC Muffest 2021 Surabaya pun menyatakan hal senada. Alben menekankan, tantangan desainer di pentas Muffest kali ini adalah menghadirkan rancangan lama yang belum laku kemudian dimodifikasi sehingga sesuai tren untuk kemudian dijual.

“Dulu, desainer selalu bikin baju baru untuk acara ini (Muffest). Tetapi kali ini tantangannya adalah berkreasi bikin baju lama jadi lebih muda, dan bisa mix and match,” tandasnya.

Melalui Muffest 2021 ini, lanjut Alben, pihaknya juga mengedukasi konsumen untuk padu padan baju sehingga tidak terlalu sering beli baju. “Sustainable-nya adalah selamatkan alam dari sampah fashion. Kurangi belanja (baju) juga,” urainya.  

Diakui Alben, hasilnya, tampilannya jadi berlapis-lapis mulai dalaman, outer, tambah outer, celana juga ada outer panjang. “Jadi bisa sampai 4-5 item dalam satu tampilan,” imbuhnya.  

Alben berharap agar para desainer maupun masyarakat pecinta fashion tidak menjadi takut dengan pandemic yang masih belum berakhir ini. “Jangan takut. Tetapi kita harus ‘menguasainya’. Mengerti karakter pandemi seperti apa,” ujarnya.

Alben menambahkan, pandemic bukan untuk dilawan. “Nggak bisa (dilawan), kan ini virus. Tetapi kita harus tahu strategi agar tidak tertular dan tetap bisa beraktivitas dengan new normal,” katanya.  

Alben juga mendorong para desainer maupun masyarakat untuk bergerak bersama saling memberi semangat, sehingga indusri fashion Indonesia kembali semangat. dit

#indonesianfashionchamber #muslimfashionfestival #pakuwonmall

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)