Pertama Kali Digelar di Luar Jakarta, Muffest 2021 Diharapkan Kian Memperkukuh Posisi Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim Dunia

Muslim Fashion Festival kembali digelar dengan sejumlah penyesuain. Panggung bagi para perancang busana ini tidak lagi dipusatkan di Jakarta, tetapi digelar berkeliling di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

iniSURABAYA.com – Panggung fashion yang memeragakan karya desainer papan atas negeri ini akhirnya kembali digelar setelah selama setahun ‘tiarap’ akibat pandemi Covid-19.

Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021 sekaligus menjadi pentas pertama yang menghadirkan rancangan para desainer sehingga bisa disaksikan langsung oleh para penikmat fashion Surabaya.

Bacaan Lainnya

Muffest kali ini juga menjadi agenda pertama yang digeber di luar Jakarta. Panggung fashion yang menyajikan karya-karya bertema busana muslim yang sudah berlangsung untuk ke-6 kalinya ini, sebelumnya dipusatkan di Jakarta.

Di Surabaya, Muffest yang digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall mulai Kamis (1/4/2021) hingga 11 April mendatang ini diikuti 25 desainer. Selain perancang busana dari Surabaya, juga hadir dari Bandung, Yogyakarta, dan Malang.

“Antusiasme desainer sebetulnya sangat besar. Sebab mereka sudah ingin sekali menyajikan karyanya,” tegas Alben Ayub Andal, PIC Muffest 2021 Surabaya.

Tetapi, lanjut Alben, karena masih dalam masa pandemic maka pihak penyelenggara sangat membatasi keikutsertaan desainer di momen Muffest kali ini. “Terus terang kami tidak berani banyak-banyak dulu. Secukupnya asal bisa maksimal,” tandas desainer senior Surabaya ini kepada iniSurabaya.com.  

Apalagi, kata Alben, Muffest ini baru pertama kalinya digelar di Surabaya. “Sebelumnya kan sebulan diadakan di JHCC Jakarta. Sekarang sebulan itu tempatnya pindah-pindah di lima kota,” ungkapnya.  

Alben menambahkan,”Dulu belanjanya hanya di Jakarta. Kali ini busananya yang didatangkan ke beberapa kota sehingga mengurangi pergerakan masyarakat di satu tempat.”

Menurut Alben, Muffest masih menggabungkan konsep daring dan luring. “Konsepnya adalah hybrid. Jadi ada show langsung di panggung, tetapi bisa pula disaksikan virtual. Bagi mereka yang tidak bisa datang, bisa menyaksikan lewat aplikasi Zoom,” urainya.  

Sebelumnya, Branch Manager of Dyandra Promosindo Agustien Dyah Ekawati menyatakan, Muffest 2021 diharapkan bisa makin memantapkan eksistensinya sebagai even fashion muslim terbesar dengan komitmen untuk terus berperan serta dalam upaya mempromosikan karya desainer Tanah Air.

“Muffest ini juga untuk menyukseskan tujuan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dan modest wear dunia,” cetusnya.

Dyah menekankan pula bahwa Dyandra Promosindo bersama IFC (Indonesian Fashion Chamber) selalu berusaha memberi yang terbaik dalam penyelenggaraan Muffest.

“Kami berkomitmen pula untuk mendorong kreativitas anak bangsa dalam menciptakan produk lokal dengan standar, mutu, dan kreasi yang dapat bersaing di mancanegara serta memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional,” katanya.  

Di kesempatan yang sama, Ali Charisma, National Chairman IFC tak menampik bahwa pandemi yang berkepanjangan berdampak besar terhadap semua kegiatan masyarakat, termasuk tentu industri fashion.  

“Karena itu kami sadar bahwa kami perlu bergandeng tangan, bergerak bersama dengan menyesuaikan perubahan kondisi sekarang sehingga industri fashion di Indonesia dapat menggeliat lagi,” ujarnya.

Ali Charisma menambahkan, Muffest ditargetkan untuk membangun industri fashion bukan hanya di ibukota Jakarta, tetapi juga daerah-daerah potensial lainnya, sehingga kami menjemput bola dengan menghadirkan Muffest di kota-kota besar di Indonesia, seperti yang saat ini disajikan di Surabaya.

Dalam agenda jumpa pers yang juga dilakukan dengan konsep hybrid di Pakuwon Mall Surabaya itu, hadir pula Tiat Suwardi (Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur), Yunita Kosasih (Local Chairwomen IFC Surabaya Chapter), Dian Apriliana Dewi (Senior Marketing Manager Pakuwon Mall), dan Sabrina (Market Development Executive Wardah Cosmetic). dit

Pos terkait