Diikuti 30 Desainer, SFR Diharapkan Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia

343 views
Pentas fashion yang menampilkan karya para desainer Indonesia kembali mewarnai Kota Surabaya. Kali ini Andima Management menghadirkan Surabaya Fashion Runway yang disajikan selama empat hari.

iniSURABAYA.com – Penikmat fashion Kota Surabaya kembali mendapat suguhan pentas busana hasil kreasi para desainer dari berbagai kota di Indonesia. Surabaya Fashion Runway berlangsung selama empat hari mulai 11-14 November 2021.

SFR session 1 yang mengangkat tema La Fusion ini diikuti sekitar 30 desainer yang antara lain datang dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan beberapa kota di Jawa Timur.

Acara yang diselenggarakan oleh Andima Management berkolaborasi dengan Agoeng Soedir Poetra sebagai koreografer, dan Embran Nawawi sebagai show director ini menampilkan rancangan terbaru para desainer secara bergantian setiap harinya.

Duet Andy Sugix x Hefi Rosid misalnya menghadirkan kreasi bertema ‘Apocalypse’. “Maknanya bisa hidayah atau wahyu,” ungkap Andy Sugix kepada iniSurabaya.com, Sabtu (13/11/2021).  

Ditemui sesaai sebelum gelaran karyanya di panggung SFR, desainer asal Kota Malang ini mengaku bahwa karya ini mengkombinasikan bahan dari beberapa daerah di Tanah Air.   

Busana dalam beberapa lapis itu terdiri dari bahan songket atau tenun dari Batak yang digunakan jadi kain sarung. “Saya juga pakai rajutan, yang kalau di pedalaman biasa dipakai sebagai tikar saya angkat jadi rompi,” paparnya.  

Di rancangan ini, Andy Sugix juga menambahkan obi. “Total look-nya memang saya ingin menampilkan Indonesia lewat karya ini,” imbuhnya.  

Untuk gelaran SFR kali ini, Andy Sugix menyajikan delapan rancangan yang semuanya baju pria. “Ini baju ready to wear yang sengaja menonjolkan sisi entertainment,” cetusnya.

Sementara desainer Sumilis dari Lamongan menampilkan karya bertajuk ‘Romantic’. Rancangannya berbahan tenun yang diaplikasikan dengan bordir dan renda.

Pemilik brand Lies Griya Etnict ini menghadirkan enam busana kasual perempuan. “Bisa untuk sehari-hari atau pun kerja,” katanya.

Di panggung SFR ada pula rancangan tas tenteng dan tas tangan karya Stevano Marvel. Bahannya terbuat dari kulit yang dikombinasi dengan batik Lamongan.

Ada enam tas berlabel Cana di even spesial kali ini. “Saya baru mulai berkreasi sekitar setahun belakangan,” begitu tutur Marvel.

Ditemui di tempat yang sama, Andreas Armin, Owner Andima Management mengaku agenda SFR diharapkan bisa turut mempercepat kembalinya perekonomian negeri ini, khususnya untuk wilayah Jawa Timur setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Di saat pandemi sudah melandai, saatnya untuk kembali menyajikan karya para desainer dan mempertemukan dengan para buyer,” tegasnya.   Andreas mengatakan, agenda SFR ini sebetulnya sudah siap digelar pada Juli lalu. “Tetapi karena PPKM tiba-tiba berlanjut, akhirnya baru terselenggara sekarang,” pungkasnya. ap

#andimamanagement #desainer #indonesia #model #surabayafashionrunway

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)