Dorong Pelaku UMKM ‘Naik Kelas’, Barto & Friends Gelar ‘Wisata Rasa’ Bagi Peserta Pelatihan

423 views
Rombongan ‘Wisata Rasa’ menyaksikan proses pembuatan tahu langsung di pabriknya di Jl Dinoyo Surabaya.

iniSURABAYA.com – Menggeluti usaha kuliner tak cukup dengan memahami cara meracik bahan sehingga jadi menu siap saji. Banyak yang harus dipelajari –khususnya bagi para pelaku UMKM kuliner agar usahanya bisa bertahan dan makin banyak penggemarnya.

Referensi adalah salah satunya. Alasan itu pula yang melatari agenda ‘Wisata Rasa’ yang digelar Barto & Friends, komunitas yang fokus memberdayakan UMKM khususnya yang berada di kawasan Surabaya.

Sebagai bagian kegiatan pelatihan yang diberikan tim Barto & Friends, peserta batch 2 diajak jalan-jalan menyusuri ‘sejarah’ bahan baku hingga jenis masakan nusantara yang nantinya bisa diaplikasikan dalam produk kuliner yang mereka jual.

Bertolak dari Surabaya Suites Hotel, perjalanan rombongan ‘Wisata Rasa’ pada Minggu (23/1/2022) pagi itu dimulai menuju pabrik tahu di Jl Dinoyo Surabaya.

Peserta diajak melihat proses pembuatan tahu dan mengicipi hasil olahan tahu yang disediakan pemilik pabrik tahu tertua di Surabaya tersebut. Beberapa peserta bahkan memborong hasil produksi tahu dari pabrik yang sudah berusia hampir 70 tahun ini.

Kegiatan ‘Wisata Rasa’ juga diisi dengan berkunjung ke Makam Belanda ‘Evereld’ dalam kaitan penanaman wawasan akulturasi budaya.

Rute berikutnya adalah Kebun Sayur Surabaya yang terletak di sekitar Gayungsari. Di sana peserta bisa melihat budi daya sayur dengan sistem Hidroponik.

Secara tidak langsung peserta pelatihan juga mendapatkan ilmu untuk memanfaatkan lahan yang ada agar bisa menjaga ketahanan pangan dengan sistem berkebun yang diterapkan Kebun Sayur Surabaya.

Tidak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi makam Ereveld Kembang Kuning. “Memang agak sedikit ‘keluar’ jalur rute Wisata Rasa. Tetapi tujuan dari kegiatan di makam tua tempat para tentara Belanda di zaman kolonial ini adalah menanamkan akulturasi budaya kepada peserta pelatihan,” papar Hari Wicaksono, salah satu instruktur Barto & Friends.

Sejarah terkait makam tersebut, lanjut Hari, bisa menambah wawasan tentang akulturasi budaya pada kuliner di Surabaya.

Perjalanan rombongan ‘Wisata Rasa’ berakhir di Omah Wasik, resto berkonsep galeri di sekitar Dukuh Kupang yang menghidangkan menu khas Bali.

Menurut Hari, pesatnya perkembangan UMKM di Surabaya tak dipungkiri turut menjadi penopang perekonomian daerah tersebut.  

Rombongan di Kebun Sayur Surabaya.

“Agar bisa bertahan dan bahkan dapat naik kelas, mereka butuh perhatian lebih. Itulah makanya kami rutin gelar pelatihan-pelatihan dan juga pendampingan pada UMKM kuliner ini,” ungkapnya.

Sementara Barto Dahana menekankan, ‘Wisata Rasa’ akan menjadi kegiatan rutin Barto & Friends yang didukung sepenuhnya oleh Surabaya Suites Hotel. “Agenda ini masuk dalam kurikulum pelatihan dan pendampingan UMKM yang selenggarakan,” paparnya.

Barto menandaskan, tidak menutup kemungkinan kegiatan ‘Wisata Rasa’ ini dibuka untuk umum bagi peserta non pelatihan yang ingin belajar lebih jauh mengenai seluk beluk kuliner di Surabaya. ap

#barto&friends #makamevereld #surabayasuiteshotel #umkm #wisatarasa

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)