Goreskan Imajinasi Pakai Palet di Pameran ‘Renjana Ing Ati’, Hamid Nabhan : Timbulkan Estetika yang Berbeda

Hamid Nabhan (kiri) menghadirkan tiga karya di pameran lukisan ‘Renjana Ing Ati’ yang digelar di Surabaya Suites Hotel.

iniSURABAYA.com – Tampil dengan gaya baru. Itulah yang coba dilakukan perupa Hamid Nabhan saat gabung dalam pameran bersama 21 pelukis di Surabaya Suites Hotel.

Dalam gelaran pameran bertajuk ‘Renjana Ing Ati’ yang berlangsung selama sebulan ini, Hamid menyajikan karya lukis yang dibuat tanpa kuas seperti biasa.

Bacaan Lainnya

Tetap dalam gaya impresionis sebagai ciri khasnya, pria yang juga dikenal sebagai penulis ini menggunakan palet untuk alat lukisnya.

Tiga lukisan Hamid yang dipajang di area lobi hotel bintang 4 di pusat Kota Surabaya itu berukuran 21×29 cm dan dua lukisan berukuran 30×40 cm. Semua karyanya menampilkan nuansa lanskap teduh menenangkan.

“Saya mencoba mendalami pakai pisau palet.  Kalau brushstroke memang lebih halus, dan pakai pisau dari baja agak lebih kaku. Tetapi menimbulkan estetik berbeda,” tuturnya.

Penulis yang selalu membagikan gratis setiap karya tulisnya ini menyatakan perlu kesabaran lebih saat memakai pisau palet lantaran memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

Hamid menandaskan, butuh ketekunan dan imajinasi untuk mewujudkan degradasi warna dalam tiap goresan. Dan penggunaan cat palet bisa memunculkan warna bold atau tebal yang lebih baik ketimbang pakai kuas.

“Tetapi, antara kuas dan palet mempunyai kekuatan sendiri,” imbuhnya.

Hamid akan terus memperdalam teknik penggunaan pisau palet dalam lukisan berikutnya. Saat ini ia telah memiliki 140 lukisan palet lanskap.

“Saya memang lebih menyukai lanskap karena negara kita kaya akan pemandangan yang sangat cantik, maka itu saya ingin mengabadikan ke dalam kanvas,” urainya.

Hamid yang tengah menyiapkan buku terbaru bertema sejarah ini mengaku penggunaan palet sebagai piranti lukisnya itu dimulai sejak Juni 2021. Hasilnya, adalah karya-karya yang lebih ‘hidup’ karena menampilkan nuansa tiga dimensi.

Karya yang menyuguhkan pemandangan alam di Gresik saat musim kemarau dan pesona alam di Madura itu, lanjut Hamid, ada yang diadaptasi melalui foto tetapi ada pula yang ‘dibidik’ langsung di lokasi.

Ditemui terpisah, Budi Bi, Ketua Panitia Pameran Lukisan ‘Renjana Ing Ati’ mengatakan, pameran bersama itu yang kedua kalinya digelar di Surabaya Suites Hotel.

Pameran serupa yang juga menghadirkan puluhan karya seniman dari berbagai kota digelar dalam rangkaian ulang tahun ke-4 inisurabaya.com setahun silam.

Sedang pameran kali ini, kata Budi Bi, untuk memeriahkan bulan Februari yang identik dengan ‘Bulan Kasih Sayang’.  

Budi menekankan, ‘Renjana Ingati’ yang resmi dibuka pada tanggal 2 bulan 2 tahun 2022 dan diikuti 22 pelukis ini memiliki arti romansa dalam hati. Tetapi seluruh karya tak melulu menampilkan rasa kasih sesama anak manusia, melainkan juga pada alam, dan bahkan antara sepasang harimau.

“Banyak diversikan oleh para pelukis romantikanya tidak hanya figur manusia tetapi juga bermacam imajinasi sesuai ciri khas masing-masing pelukisnya,” urainya.

Pameran yang dibuka oleh seniman kondang Mas Dibyo ini hanya disiapkan dalam waktu hanya 10 hari. Perupa yang gabung dalam pameran kali ini dari Surabaya, Lamongan, Mojokerto, Bojonegoro, Madiun, Jombang dan Sidoarjo. ap

Pos terkait