Urus SIM dan STNK Sekarang Wajib Punya Kartu BPJS, Simak Aturan Berikut

ILUSTRASI : Kartu BPJS Kesehatan

iniSURABAYA.com – Pemerintah memberlakukan aturan baru bagi masyarakat yang berniat membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan.

Ketentuan yang sama bagi mereka yang akan mengurus STNK, maupun masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Kesehatan Nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam instruksi yang dikeluarkan pada 6 Januari 2022 itu, presiden meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menyempurnakan regulasi untuk pemohon SIM, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menyertakan syarat kartu BPJS Kesehatan.

“Melakukan penyempurnaan regulasi untuk memastikan pemohon SIM, STNK, dan SKCK adalah peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” demikian pernyataan dalam Inpres tersebut.

Kapolri juga diminta untuk meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap Pemberi Kerja selain penyelenggara negara yang belum melaksanakan kepatuhan membayar iuran program JKN.

Selain itu, presiden menginstruksikan Menteri Agama agar kartu BPJS Kesehatan juga dijadikan syarat bagi calon jamaah umrah dan haji. “Mensyaratkan calon jamaah umrah dan jamaah haji khusus merupakan peserta aktif dalam program JKN,” begitu ditegaskan dalam Inpres itu.

Menteri Agama diminta pula untuk mengambil langkah-langkah agar pelaku usaha dan pekerja pada penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan penyelenggara ibadah haji khusus menjadi peserta aktif dalam program JKN.

Kemudian, memastikan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan, baik formal maupun non-formal di lingkungan Kementerian Agama merupakan peserta aktif dalam program JKN. ana

Pos terkait