Inilah Wanita-Wanita Hebat di Zaman Nabi, Ummi Pipik: Perjuangan di Jalan Allah Tidak Pernah Sia-Sia

Ummi Pipik (busana hitam tengah) bersama pengurus Ipemi Jatim.

iniSURABAYA.com – ‘Kepo’ rasa ingin tahu yang sering muncul pada diri seseorang, terutama dalam diri kaum wanita ternyata tak selalu bermakna buruk. Ummi Pipik bahkan menyatakan kepo itu perlu.  

“Tetapi, kepoin hal-hal yang positif, yaitu cari tahu orang-orang yang dapat gelar dari Allah sehingga masuk surga. Ujiannya seperti apa yang mereka hadapi,” tegas ustazah asal Semarang ini, Selasa (19/4/2022).

Bacaan Lainnya

Saat memberikan tausyiah di hadapan anggota dan pengurus Ipemi (Ikatan Pengusaha Muslimah) Jawa Timur di Masjid Assalam, Puri Mas Surabaya, Ummi Pipik menekankan, jawaban dari rasa keingintahuan pada orang-orang yang sudah teruji tersebut akan membuat diri kuat dan tidak malu saat hadapi ujian-Nya.

Pemilik nama Pipik Dian Irawati Popon ini lalu menunjuk wanita-wanita hebat yang patut dicontoh di zaman nabi. Diantaranya seperti Siti Hajar, Asiyah, dan Maryam binti Imran.  

“Siti Hajar ridho ketika ditinggal oleh Nabi Ibrahim. Dia hanya ditemani Ismail, anak semata wayangnya di tengah padang tandus, tanpa air dan makanan,” papar Ummi Pipik.

Ujian datang ketika Ismail menangis kehausan, membuat Siti Hajar harus berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah. Ketika di kejauhan seperti melihat ada air, ternyata hanya fatamorgana.

Hingga akhirnya, karena kuasa Allah, perjuangan Siti Hajar berakhir dengan hadiah dari Allah. “Dengan hentakan kaki Ismail, muncul sumber air. Itulah sumur zam-zam yang sampai sekarang tidak ada habisnya,” ungkap Ummi Pipik.  

Ujian demi ujian juga dialami Asiyah yang bersuamikan Firaun. Hidup di istana, bergelimang harta, dan mengakui dirinya sebagai Tuhan, Firaun tak pernah berhenti melakukan kezaliman. Bahkan kepada Asiyah.

“Walau setiap hari disiksa Firaun, Asiyah tetap pada keyakinannya untuk menyembah Allah. Dia juga terus berdoa agar dibangunkan di surga, dan dijauhkan dari kezaliman,” urai Ummi Pipik.  

Ujian tak kalah berat menimpa diri Maryam binti Imran. Wanita suci yang tak pernah melihat lelaki ini justru hamil tanpa disentuh pria.

Miming Merina, Ketua Ipemi Jatim saat menyerahkan tali asih kepada guru ngaji dan single mom.

“Kalau dia hidup di zaman sekarang, tentu bukan main malunya. Tetapi, Maryam terus berdoa dan meminta kekuatan kepada Allah,” imbuhnya.   

Wanita-wanita hebat itu, lanjut Ummi Pipik, mendapat hadiah surga dari Allah karena dalam diri mereka ada keyakinan, bahwa di saat sedang menghadapi ujian Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya.

“Pasti tidak sia-sia berjuang di jalan Allah. Keyakinan yang sama harus ditanamkan dalam diri kita saat sedang hadapi cobaan dari-Nya,” tandas ibu empat anak ini.

Karena itu pula, Ummi Pipik mengingatkan agar umat manusia memanfaatkan setiap waktunya untuk berbuat kebaikan. “Kita ini dikejar kematian yang datangnya pasti. Maka setiap waktu harus ada amal salehnya,” begitu pesan Ummi Pipik.

Ditemui sesaat sebelum acara bertajuk ‘Wanita Kartini yang Akhlaqul Karimah’, Miming Merina SSos SH MM, Ketua Ipemi Jatim menyatakan kegiatan siang hari itu sebagai wujud apresiasi perjuangan RA Kartini.

“Ini upaya terus mengingatkan pada diri sendiri, termasuk anggota Ipemi yang terdiri dari pengusaha-pengusaha muslimah ini agar memiliki jiwa akhlakul karimah,” cetusnya.  

Di momen peringatan Hari Kartini tersebut, kata Miming, Ipemi Jatim juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada guru ngaji dan para janda.

“Harapannya tentu tali asih itu bisa meringankan beban mereka, terutama di saat Lebaran nanti,” pungkasnya. ap

Pos terkait