Jakarta-Denpasar Cuma Rp 250.000 Plus Jalan-Jalan di 5 Kota? Begini Caranya

ILUSTRASI : Suasana di Pulau Bali (foto: IST)

iniSURABAYA.com – Libur panjang Lebaran sudah di depan mata. Sebagian warga negeri ini sudah ancang-ancang buat plesir sebagai ‘balas dendam’ setelah dua IdulFitri hanya bisa di rumah saja gara-gara pandemi Covid-19.

Buat yang modal cekak tak perlu galau. Sebab, liburan ternyata tak selalu berarti mahal. Kalau mau liburan ala backpacker tentu tak perlu merogoh kantong dalam-dalam.

Bacaan Lainnya

Melakukan perjalanan panjang Denpasar-Jakarta pun hanya perlu ongkos tak lebih dari Rp 250.000! Tak percaya? Oky Hartanto, fotografer profesional yang mukim di Bali ini sempat membuktikan langsung dan memaparkan di website pribadinya : www.okyphotoworks.wordpress.com/.

“Jayabaya pernah meramalkan bahwa Pulau Jawa suatu saat akan berkalung besi,” begitu Oky mengawali tulisannya di website tersebut.

Oky menambahkan, rupanya yang dimaksud Jayabaya adalah rel kereta api yang memanjang dari ujung barat hingga ujung timur Jawa.

Stasiun Lempuyangan (foto: dok Oky Hartanto)

Walaupun rel kereta api (KA) Merak-Banyuwangi sudah tersambung, namun Kereta Api Indonesia sepertinya belum berencana untuk membuat trayek dari ujung ke ujung.

“Nah, iseng deh solotrip dari Jakarta ke Banyuwangi sekalian nyeberang ke Bali,” tutur seakan memberi tantangan.

Dari Jakarta perjalanan bisa dilakukan dengan naik KRL Commuterline ke Cikarang dari Pasar Senen, Tanah Abang atau Manggarai yang tarifnya Rp 6.000. Kemudian lanjut pakai KA Walahar Express yang cuma Rp 4.000 karcisnya ke Purwakarta.

“Sambil menunggu KA Garut Cibatuan, bisa coba kuliner Purwakarta seperti sate maranggi, mie tiga warna, atau pepes,” pesan Oky.

Kemudian lanjut ke Bandung dengan tiket Rp 8.000. Di Bandung, bisa turun di Cimahi, Bandung atau Kiaracondong dan bisa menginap semalam sekalian jalan-jalan atau sekadar kulineran yang berdekatan dengan stasiun.

Selanjutnya naik KA Kutojaya yang cuma Rp 62.000 dari Kiaracondong ke Kutoarjo. “Sampai di Kutoarjo sempatkan jalan-jalan dulu di kotanya plus kulineran tentu saja,” imbuh Oky.

Bisa ikutan bis wisata jadul milik Sumber Alam, perusahaan bus yang legenda di kota ini, sambil makan kupat tahu atau es dawet dan bakmi kangen. Untuk ke Yogyakarta, bisa pakai KA Pramex dengan tiket Rp 8.000.

Karena Kutoarjo-Yogyakarta-Solo sudah ada commuterline, bisa sekalian liburan di tiga kota ini. Nikmati lebih dari empat malam di kota ini dan jangan lupa menyewa sepeda motor yang ada di seberang Stasiun Lempuyangan.

Pagi-pagi perjalanan berlanjut ke Ketapang, Banyuwangi pakai KA Sri Tanjung yang berharga tiket Rp 94.000. Pas mampir Stasiun Gubeng, sempatkan order kuliner khas Surabaya pakai aplikasi online karena kereta yang kalian tumpangi akan memindahkan lokomotifnya ke arah belakang kereta, dan ini biasanya butuh waktu paling cepat 30 menit.

Setelah sampai Banyuwangi, habiskan dulu waktu di ‘Kota Osing’ ini. Karena, ada banyak tempat wisata dan kuliner yang tak kalah menarik, seperti Baluran, Kampung Osing, Benculuk, ngopi di 1911 yang ada di Perkebunan Kalibendo, atau sekalian ke Ijen.

Untuk menuju ke Bali, cukup menyeberang pakai ferry dengan tiket Rp 8.500 per-orang. Selanjutnya naik bus AC ke Terminal Mengwi cuma Rp 50.000. Dari Mengwi bisa lanjut ke Ubud, Sanur dan Kuta cukup naik Teman Bus yang masih gratis.

Di akhir kisah perjalanannya, Oky menyampaikan pesan,”Ini cuma ongkosnya saja, belum termasuk biaya kuliner dan nginap. Kereta apinya pun jenis ekonomi dengan kursi tegak, namun sudah pakai AC. Untuk jadwal kereta api silakan liat di aplikasi KAI.” *

Pos terkait