Ragam Relief Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon di Hamparan Kain Batik Borobudur

151 views
Ragam batik Borobudur kreasi Paguyuban Batik Borobudur. (foto: Dok nyatanya.com)

iniSURABAYA.com | MAGELANG – Batik makin akran dengan keseharian masyarakat. Dan sebagai salah satu warisan budaya dunia sebagaimana ditetapkan oleh Unesco, kini batik menjadi media untuk melestarikan relief candi.  

Relief yang terpahat di dinding Candi Borobudur, Mendut dan Pawon di Kabupaten Magelang jadi inspirasi para perajin Batik Borobudur untuk dijadikan motif batik.

Kreasi batik bermotif relief ini diciptakan oleh anggota Paguyuban Batik Borobudur yang berlokasi di Dusun Ngaran 1, Borobudur Kabupaten Magelang. Ada sembilan anggota Paguyuban Batik Borobudur yang telah berdiri sejak 2015 ini dan di awal  terbentuknya didampingi Unesco.

Menurut Siti Rahayu, anggota Paguyuban Batik Borobudur, Unesco ingin menggaet para perajin batik Desa Wisata Borobudur, karena Borobudur sendiri kan aslinya identik batik walaupun di batu.

“Unesco ingin batik dari kain itu ada di Borobudur spesial relief candi Borobudur, Mendut dan Pawon,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari nyatanya.com.

Setiap beberapa bulan sekali, Unesco mengadakan pelatihan kepada anggota Paguyuban Batik Borobudur. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian ilmu dan alat serta bahan untuk pembuatan batik.

“Unesco juga menyediakan showroom di Jalan Badrawati yang selanjutnya pindah ke Dusun Ngaran 1 Borobudur,” ujar Siti Rahayu.

Belajar Membatik dari Nol
Sebelum adanya pendampingan pelatihan dari Unesco, anggota Paguyuban Batik Borobudur ini belum mengenal batik sama sekali, sehingga pendampingan oleh Unesco ini benar-benar dimulai dari awal.

“Gurunya dari Bayat, Klaten Batik Kebon. Itu Unesco pertama mendampingi di sana, kalau di sana kan memang batik sudah ada dari dulu, jadi lebih enak. Kalau di sini benar-benar dimulai dari nol. Di sini kami belum mengenal batik sama sekali, jadi masih kaku, masih pemula,” kata perempuan yang juga hobi menjahit ini.

Berawal dari 20 helai kain pemberian Unesco, kini Paguyuban Batik Borobudur telah menciptakan sembilan batik bermotif relief Candi Borobudur. Unesco menggandeng ISI Yogyakarta dalam menggambar motifnya, sehingga mempermudah perajin batik menyalin dan mengembangkan motifnya di kain.

“Kami ada 10 motif relief tapi yang kami pakai hanya sembilan, karena yang satunya itu terlalu agamis. Kami nggak berani karena di situ ada empat pertapa yang mengelilingi (stupa candi) jadi motif itu tidak dipakai,” tegas perempuan berusia 49 tahun ini.

Masing-masing motif memiliki makna berbeda-beda sesuai relief yang ada di candi. Aneka macam motifnya seperti kalpataru, lotus mekar, vas teratai dan berbagai macam hewan. wid

#batikborobudur #candiborobudur #magelang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)