Tak Hanya Santap Menu-Menu Nikmat, Buka Puasa di Hotel Bintang 4 Ini Juga Bisa Belajar Sejarah Islam

252 views
Lontong Tuyuhan jadi menu favorit tamu saat buka puasa di Surabaya Suites Hotel.

iniSURABAYA.com – Di saat pandemi Covid-19 sudah makin melandai, maka kesempatan berbuka bersama pun dimanfaatkan para juru masak hotel maupun restoran untuk menawarkan sajian terbaiknya bagi warga Kota Surabaya.  

Diantaranya adalah paket Iftar Surabaya Suites Hotel. Yang istimewa Chef Danang Lukito menghadirkan menu yang tak biasa yang bisa dinikmati tamu di sepanjang bulan Ramadan.

Suguhan istimewa di hotel bintang 4 di pusat Kota Surabaya ini adalah Gule Kacang Ijo, Bubur Asyuro, dan Lontong Tuyuhan. “Buka puasa di sini (Surabaya Suites Hotel) tamu tak hanya bisa menikmati menu-menu yang nikmat,” kata Chef Danang.

Menurut juru masak yang sudah malang melintang di dunia kuliner selama puluhan tahun ini, ragam masakan yang disiapkan buat tamu juga diharapkan bisa membuat tamu memahami sejarah perjalanan penyebaran Islam melalui kulinernya.

Lontong Tuyuhan misalnya, disebut Chef Danang punya sejarah unik. “Nama ‘Tuyuhan’ berasal dari bahasa Jawa. ‘Uyuh’ artinya kencing,” ungkapnya.

Chef Danang lalu menjabarkan lebih lanjut. Lontong ini bermula di masa Sunan Bonang memperkenalkan ajaran-ajaran Islam di Rembang, Jawa Tengah.

Sebelum pelabuhan Semarang jadi besar seperti sekarang, kata Chef Danang, Rembang jadi penghubung antara Maluku dan Malaka. Di kawasan itulah Sunan Bonang aktif memperkenalkan Islam.

Upaya yang dilakukan Sunan Bonang tak selalu mudah. Setiap berdakwah, pasti ada yang memusuhi, dan salah satunya adalah Blancak Ngilo.

“Namun, untuk menghadapi orang yang memusuhinya, Sunan Bonang sudah berjanji tidak akan melawan dengan kekerasan, tetapi dengan kebaikan,” imbuhnya.

Hingga satu saat, kala Blancak Ngilo sedang makan lontong opor di sebuah sawah di hadapannya mendadak muncul Sunan Bonang yang tidak diketahui darimana datangnya.

Munculnya Sunan Bonang itu kontan membuat Blancak ketakutan dan langsung melarikan diri karena tidak siap menghadapinya. “Blancak lari terkencing-kencing untuk menghindari Sunan Bonang. Sejak itulah lontong ini dikenal dengan nama Lontong Tuyuhan,” kisah Chef Danang.  

Tak cukup sampai di situ. Sunan Bonang sudah meyakini bahwa lontong disiram kuah opor ayam ini menjadi sumber kesejahteraan masyarakat setempat. Kini desa tempat pertemuan Sunan Bonang dan Blancak Ngilo itu disebut sebagai Desa Tuyuhan.

“Makanan ini sebetulnya biasa saja. Tetapi sejarah di balik kehadirannya yang luar biasa. Itulah yang saya angkat jadi menu spesial Ramadan di Surabaya Suites Hotel. Nilai historis penyebaran Islam ini lebih penting dari menu itu sendiri,” tandasnya.

Chef Danang menyatakan pula, selama puasa Ramadan, tamu bisa menikmati 99 item menu yang berganti setiap harinya. Program Iftar Ramadan Package dalam kemasan all you can eat ini dibanderol dengan harga Rp 125.000 net.

Tetapi, khusus untuk periode 2-9 April 2022 tamu masih memperoleh harga istimewa yaitu Rp 90.000 nett. “Tak hanya itu. Masih ada lagi diskon 50 persen bagi tamu, tetapi ada syarat dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ditemui di tempat yang sama Firman S Permana, GM Surabaya Suites Hotel mengungkapkan bahwa hotel berlantai 7 itu menawarkan harga spesial bagi tamu yang menginap.

Selama bulan Ramadan, tamu bisa mendapatkan inap dengan harga Rp 575.000 nett per-kamar per-malam. Harga itu termasuk sarapan dan sahur bagi tamu yang menjalankan ibadah puasa.

Pria yang juga biker ini menambahkan paket promo tersebut di luar program ‘Lelang Kamar’ yang sudah rutin dilakukan tim marketing Surabaya Suites Hotel. ana

#lontongtuyuhan #sunanbonang #surabayasuiteshotel #walisongo

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)