Kukuhkan Semangat Toleransi di Kota Surabaya, Eri Cahyadi Gagas Terbentuknya Organisasi Pemuda Lintas Agama

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya (tengah) silaturahmi dengan para tokoh agama di Kota Pahlawan.

iniSURABAYA.com – Guna mengukuhkan semangat toleransi di wilayah Kota Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama para tokoh agama membentuk organisasi lintas agama.

Menurut Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, organisasi ini digerakkan oleh pemuda dari berbagai umat beragama, yakni pemuda gereja, pemuda masjid, pemuda vihara, pemuda konghucu, maupun pemuda pura yang dibentuk untuk menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Batasan dari setiap pemuda yang diwakilkan, yakni antara usia 17-25 tahun,” begitu tegasnya, Selasa (24/5/2022).

Eri meyakini, para pemuda lintas agama inilah yang mampu menjaga toleransi, perbedaan dan rasa tolong menolong antar umat beragama di Surabaya ke depannya sebagai calon penerus pemimpin di masa depan.

“Surabaya ini adalah kota yang penuh toleransi. Karena itu kita harus memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh agama, agar bisa beribadah dengan tenang di kota ini. Berarti hari ini harus disiapkan sejak dini, pemuda antar lintas agama,” tandasnya.

Eri optimistis, hadirnya organisasi kepemudaan lintas agama itu bisa meredam berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat yang dipicu perbedaan pendapat, keyakinan, atau berbeda organisasi.

Untuk mengukuhkan keberadaan organisasi tersebut, ujar Eri, pihaknya akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwali). “Nanti bisa didata. Masing-masing mengumpulkan 10-15 pemuda yang terpilih ke kami, lalu kita bentuk nama wadahnya juga seperti apa,” urainya.

Gagasan pembentukan organisasi lintas agama itu mendapat dukungan dari para tokoh agama. Senada dengan Eri, pendeta Samuel, perwakilan dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil (PGLI) menyatakan, rencana pembentukan organisasi lintas agama tersebut untuk menghindari adanya paham radikalisme dan ekstrimisme di kalangan anak muda.

“Kami akan berkoordinasi dengan gereja-gereja di Surabaya untuk mengirimkan perwakilan pemuda,” kata Samuel.

Samuel berharap, setelah organisasi ini terbentuk bakal berkelanjutan dan ke depannya terus berkesinambungan satu sama lain antar umat beragama. ana

Pos terkait