Théâtre Bernard Marie Koltes, Universitas Paris Nanterre Jadi Panggung Akbar ‘Mollo – Festival de la Culture Indonésienne’

437 views
Ruang Théâtre Bernard Marie Koltes, Universitas Paris Nanterre menjadi ajang pementasan ‘Mollo – Festival de la culture indonésienne’. (foto-foto: suaradunia.com)

CATATAN REDAKSI : Selama tiga hari berturut-turut (23-25/5/2022) Universitas Paris Nanterre menyajikan Festival Budaya Indonesia yang menampilkan ragam budaya nusantara.
Festival bertajuk ‘Mollo – Festival de la culture indonésienne’ itu antara lain menampilkan kolaborasi karya Krishna Sutedja, komposer kondang asal Bali yang bermukim di Leiden dengan Christophe Moure, pelatih sekaligus penanggung jawab gamelan, Kadek Puspasari, direktur artistik, Dian Oerip, desainer asal Ngawi dengan spesialisasi kain tenun, dan Melanie Subono, musisi serta aktivis lingkungan hidup di Indonesia.
Sita Satoeti Phulpin, mantan PR Institut Francais Indonesia Surabaya yang kini mukim di Paris memberi catatan khusus terkait pentas seni budaya yang baru pertama kalinya digelar di perguruan tinggi tersebut.

*

APLAUS menggema di sepanjang acara yang berlangsung di ruang Théâtre Bernard Marie Koltes, Universitas Paris Nanterre, Rabu Rabu (25/5/2022).

Pertunjukan musik dan tari yang digelar pada malam hari itu memang benar-benar keren.

Acara yang menjadi gong pamungkas tiga hari festival bertajuk ‘Mollo – Festival de la culture indonésienne’ itu diawali sambutan Philippe-Gervay Lambony, Rektor Universitas Paris Nanterre. Disusul Mohamad Oemar, Dubes RI untuk Prancis, dan Caroline Richard, ketua panitia acara seni budaya tersebut.

Pertunjukan malam itu terbagi dalam dua bagian. Yang pertama merupakan pertunjukan unjuk hasil pencapaian selama satu tahun ajaran para murid gamelan Jawa Group Unigong Pantcha Indra dan grup tari Asosiasi Sekar Jagad Indonesia.

Bagian kedua yang merupakan inti acara, dimulai setelah lantunan karawitan Jawa dengan tembang ‘Subakastawa’, ‘Ladrang Gegot’ dan sebuah tari Bali ‘Rejang Renteng’.

Selama satu setengah jam penonton seolah terpaku di tempatnya. Hampir tak ada yang beranjak dari kursi, terkesima oleh keluwesan namun penuh energi yang menguar dari para penari dan musisi andal.

Nyaris tak berjeda, tepuk tangan membahana dari awal hingga acara berakhir. Teriakan bravo dari penonton yang memenuhi ruang pun sering terlontar. Pertunjukan yang menyihir sekitar 350 penonton ini merupakan paduan ciamik antara seni tradisi dan modern, antara karya musik, tari dan wastra tradisional.

#indonesia #nusantara #paris #pentasbudaya #perancis

Penulis: 
author

Posting Terkait

banner 700x100)