Ajak Lulusan Stikosa-AWS Jadi Insan Media yang Berkarakter, Eri Cahyadi: Jangan Beri Contoh Buruk pada Generasi Muda

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya saat orasi ilmiah di acara wisuda lulusan Stikosa-AWS.

iniSURABAYA.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya mengajak lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) menjadi insan media yang mampu mengubah Surabaya menjadi kota yang berkarakter mencintai bangsa, bukan karakter yang merusak atau memberikan contoh-contoh buruk kepada generasi muda.

Ajakan itu disampaikan Eri Cahyadi dalam orasi ilmiah di acara wisuda Sarjana Ilmu Komunikasi ke-XXVI yang berlangsung di Dyandra Convention Centre Surabaya, Sabtu (26/11/2022).

Bacaan Lainnya

Wisuda bertema ‘Innovation in Digital Communication: Contemporary Trends and Strategies for New Age Media Professional’ ini diikuti 91 mahasiswa dari peminatan Jurnalistik, Broadcasting, dan Public Relations.

“Media massa memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa ini. Karena itu lulusan Stikosa lah nanti yang akan menjadi insan-insan media yang mampu menginspirasi dan menyebarkan berita-berita baik,” ujar Eri Cahyadi.

Di kesempatan yang sama, Kombespol Dirmanto, Kabid Humas Polda Jatim dalam orasi ilmiahnya menyebut bahwa tema yang diangkat merupakan gambaran dari kondisi saat ini yang menuntut transformasi digital.

Dirmanto lalu merujuk pada tiga persoalan yang diangkat dalam KTT G-20 di Bali, yaitu pertama, negara-negara di dunia termasuk Indonesia, masih mengalami kesenjangan digital.

Kedua, rendahnya literasi digital. Dan ketiga, kurangnya ruang-ruang digital yang sehat dan bermanfaat. “Karena itu lulusan Stikosa-AWS memiliki peran penting dalam melakukan literasi digital bagi masyarakat,” tandasnya.

Pernyataan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman berisi kerjasama penguatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Bukan hanya mengantongi ijazah sarjana, 91 wisudawan hari itu sekaligus memiliki sertifikat kompetensi dari lembaga yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) untuk profesi Digital Marketing dan Data Analyst.

“Di luar, untuk mendapatkan sertifikat ini dibutuhkan biaya Rp 2,5 juta per-orang. Namun khusus mahasiswa Stikosa gratis karena seluruh biaya ditanggung oleh Kementerian Kominfo melalui program Talent Scouting Academy (TSA) yang dilaksanakan selama bulan Oktober-November 2022,” tutur Dr Meithiana Indrasari ST MM, Ketua Stikosa-AWS. wid

Pos terkait