Warumas Berbagi Semangat Menulis, Arieyoko: Bikin Puisi Modalnya Cuma Sesobek Kertas

Bincang buku Antologi Puisi ‘Kucinta Negeri Kutulis Puisi’ disambut antusias mahasiswa Universitas Bojonegoro.

iniSURABAYA.com | BOJONEGORO – Ingin menulis puisi tetapi tidak tahu harus mulai dari mana? “Mulailah dari menulis kegiatan kita sehari-hari. Semacam buku harian!”

Pesan sederhana itu disampaikan Arieyoko, seniman yang juga jurnalis asal Bojonegoro ini di acara bincang buku antologi puisi ‘Kucinta Negeri Kutulis Puisi’ yang diadakan di Hall Suyitno Universitas Bojonegoro, Senin (21/11/2022).

Bacaan Lainnya

Arieyoko menambahkan, dan ‘buku’ yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan tulisan itu adalah media sosial. “Apa pun bentuk media sosialnya, bisa jadi tempat curahan tulisan kita,” tuturnya.

Menurut Ketua Komunitas Seni Etnik Bojonegoro ini, seni sastra termasuk seni yang tidak perlu modal banyak untuk mengekspresikannya. “Beda dengan seni murni lainnya, seperti seni lukis, seni teater, seni tari, dan seni suara atau musik, seni sastra itu paling murah. Modalnya cuma sesobek kertas dan kita bisa menulis di atasnya,” urai Arieyoko.

Dan sekarang, lanjutnya, mengekspresikan seni sastra makin mudah dengan hadirnya teknologi digital. “Jadi mari manfaatkan media sosial ini sebaik-baiknya. Untuk mengungkapkan uneg-uneg kita dengan kata-kata yang indah,” imbuhnya.  

Arieyoko berharap kegiatan menulis ini bisa jadi aktivitas rutin dalam keseharian mahasiswa. “Seperti yang kami lakukan. Warumas yang rata-rata sudah ‘sepuh’ ini tak pernah berhenti berkarya, tak berhenti menulis, kami tetap produktif dengan inovasi-inovasi,” urainya.  

Pos terkait