The Antheia Project Gandeng Energel.id Gencarkan Kampanye #SayNoToStyrofoam, Ruhani Nitiyudo : Sampah Abadi dan Sulit Terurai

0
1380
Ruhani Nitiyudo, Co Founder The Antheia Project

iniSURABAYA.com – Saat membeli makanan berat maupun ringan styrofoam menjadi salah satu andalan untuk kemasan praktis dan murah yang digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

Bahkan sadar atau tidak, masyarakat Indonesia pun sangat bergantung pada styrofoam. Meski sudah banyak yang mengetahui bahwa styrofoam ini berbahaya bukan hanya untuk lingkungan namun juga untuk kesehatan.
Penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di 18 kota utama Indonesia menemukan 0,27 juta ton hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut Indonesia selama kurun waktu 2018.

Sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah styrofoam. Sampah styrofoam membutuhkan waktu sekitar 500 sampai 1 juta tahun untuk dapat terurai oleh tanah.

Namun, styrofoam tidak dapat terurai sempurna, tetapi berubah menjadi mikroplastik dan dapat mencemari lingkungan.

Styrofoam dikenal juga dengan sebutan polystyrene yang mengandung bahan kimia berbahaya. Bahkan zat yang ada di styrofoam ini dapat memicu penyakit berbahaya, salah satunya kanker.

1 2 3 4 5

Comments are closed.