Dispendik Jatim dan Edubrand Gelar Simulasi SNBT, Lutfi Isa Ansori: Agar Siswa Jatim Tetap Terbanyak yang Lolos Seleksi PTN

Simulai tes SNBT yang diadakan Dinas Pendidikan Jawa Timur bersama Edubrand.

iniSURABAYA.com – Sedikitnya 25.000 siswa SMA dan SMK seluruh Jawa Timur ikut simulasi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur bersama Edubrand, Rabu (8/2/2023).

Menurut Lutfi Isa Ansori, Kepala Cabang Dispendik Surabaya, pelaksanaan simulasi SNBT digelar dua sesi secara daring, yakni pukul 08.00-11.15 untuk SMA, dan pukul 13.00-16.15 untuk SMK Negeri maupun swasta.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, sesuai regulasi SNBT 2023, materi yang diberikan pada siswa meliputi tes skolastik, seperti kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif hingga tes literasi untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

“Jadi yang namanya mau bertanding, yang namanya mau lomba tentu harus latihan. Paling tidak, mereka punya gambaran dan yang lebih penting lagi hasilnya akan dievaluasi. Evaluasi bagaimana? Kompetensinya yang pas untuk masuk (PTN) mana, kami harapkan seperti itu,” ungkap Lutfi.

Selain itu, simulasi ini dilakukan untuk mempertahankan gelar siswa terbanyak yang diterima PTN selama tiga tahun skala nasional.

Di tahun 2022, lanjut Lutfi, dari 113.193 siswa Jatim yang mendaftar di PTN, sebanyak 26.781 diantaranya lolos ke PTN yang dituju. Berdasar statistik tersebut, Jatim masih menguasai siswa terbanyak yang lolos seleksi PTN.

“Ini memang dimaksudkan untuk mempersiapkan anak-anak agar dalam pelaksanaan ujian nanti. Paling tidak, anak-anak bisa mengenal. Karena ini untuk mempertahankan prestasi di Jawa Timur, agar peserta atau lulusan di Jawa Timur itu tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri,” paparnya.

Sementara Abdul Jalal, VP East Indonesia Edubrand menambahkan, kolaborasi bersama Dispendik Jatim menyatakan, simulasi SNBT yang baru dilakukan pertama kali ini diikuti 14.155 peserta SMA dan 11.213 peserta SMK di seluruh Jawa Timur.

“Total ada 818 satuan pendidikan, terdiri dari 474 satuan pendidikan SMA dan 344 satuan pendidikan SMK,” ungkapnya.

Abdul Jalal menekankan, simulasi ini perlu bagi peserta didik menuju jenjang perkuliahan di PTN favorit. Salah satunya, supaya siswa mengetahui kapasitasnya untuk menghindari salah jurusan.

“Melalui simulasi ini, diharapkan siswa tahu kapasitas mereka dan kemapuannya di area mana. Jadi otomatis yang perlu dilakukan adalah memperbanyak belajar sesuai jurusan yang ingin didapatkan saat kuliah nanti,” tegasnya. wid

Pos terkait