Layanan Penukaran Uang Pakai Aplikasi Dinilai Sukses, BI Jatim Bakal Jemput Bola di Titik Pusat Keramaian Masyarakat

Layanan penukaran uang menggunakan aplikasi memudahkan masyarakat sehingga tidak perlu antre.

iniSURABAYA.com – Antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang ke Bank Indonesia masih besar. Apalagi Lebaran tinggal menghitung hari.

Selain itu, proses menukar uang secara daring menggunakan aplikasi pintar di jalur drive thru juga sangat mudah dan cepat. “Tukar uang secara online dengan aplikasi pintar ini enak. Tanpa antre panjang dan lama,” ujar Doni usai menukar uang di jalur drive thru Bank Indonesia Surabaya untuk kebutuhan Lebaran.

Bacaan Lainnya

Warga Rungkut yang ketika datang naik motor ini berharap titik drive thru bisa lebih diperbanyak. “Supaya kalau nanti mau tukar uang baru lagi buat Lebaran nggak jauh-jauh,” pesannya.

Sementara Budi Hanoto, Kepala KPw BI Jatim (Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur) mengakui dampak positif dari fasilitas penukaran uang drive thru ini memudahkan masyarakat yang ingin berlebaran sambil bagi-bagi uang baru bagi keluarganya.

Selama dua minggu pelaksanaan penukaran uang secara drive thru dengan menggunakan aplikasi pintar berjalan lancar tanpa kendala. “Ini upaya kami yang selalu ingin memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” tegasnya.

Dia menambahkan,“Kalau tidak melakukan aplikasi pintar, hanya go show, itu antrinya Panjang.”

Di aplikasi pintar, lanjut Budi, masyarakat bisa memindainya sendiri dan memilih jam penukarannya. “Alhamdulillah sekarang teratur dan serapannya tetap tinggi. Seperti di stasiun, pusat perbelanjaan, pasar-pasar mungkin akan ditambah kas keliling lebih banyak lagi,” paparnya.

Budi menyatakan, BI akan melihat beberapa tempat yang diperlukan lagi agar semakin memudahkan masyarakat dalam menukar uang. Budi tak menampik bahwa minat, animo masyarakat akan kebutuhan pecahan uang kecil menjelang hari besar keagamaan sangat tinggi.

Kebutuhan untuk transaksi, untuk kembalian, parkir dan uang saku si kecil. “Supaya tidak terpusat dengan bank yang ada spanduknya penukaran uang. Tetapi kita juga bisa jemput bola. Seperti di tempat ibadah atau wisata religi Sunan Ampel, Sinan Giri. Misalnya ada modal Rp 300 juta, maka bisa terserap semuanya,” cetusnya. wid

Pos terkait