Sate Rujak Gelu Olahan Chef Achmad Zainudin Raih Penghargaan di Gelaran Festival Rujak Uleg

Adith Raharjo, GM Best Western Papilio sedang memaparkan pernak-pernik yang menghiasi kostum tim hotel tersebut saat ikutan Festival Rujak Uleg dan meraih predikat Best Costume.

iniSURABAYA.com – Rujak uleg atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama rujak cingur khas Suroboyo di tangan Chef Achmad Zainudin H tak lagi sama. Bukan soal bahan, tetapi cara penyajian sehingga siap dinikmati dan terasa nikmat.

Bahan untuk membuat rujak uleg yang disiapkan tim juru masak dari Best Western Papilio sama persis seperti yang selama ini dikenal, yaitu aneka buah-buahan seperti bengkuang, timun, mangga, dan kedondong. Selain itu ada pula sayur kangkung plus cingur sapi.

Bacaan Lainnya

Bahan-bahan tersebut lalu dicampurkan bumbu serta tak ketinggalan kerupuk. “Yang berbeda adalah cara penyajiannya, yang dibuat ala sate,” ungkap Chef Achmad Zainudin.

Sama seperti wujud sate lain, aneka buah untuk bahan rujak uleg ini dipotong kecil-kecil lalu ditusuk potongan kayu sehingga mirip sate. Berkat penyajian ini pula makanan yang diberi nama Rujak Gelu hasil olahan tim juru masak BW Papilio lolos masuk 10 besar kategori Rujak Kreasi di Festival Rujak Uleg yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-730.

“Inovasi ini tujuannya agar dalam menikmati salah satu makanan khas Surabaya ini dapat dilakukan dengan mudah, dimanapun, dan tentunya menjadi makanan mudah dibawa,” ujarnya.

Rasa bangga sekaligus bahagia tim Best Western Papilio kian membuncah ketika panitia Festival Rujak Uleg mengumumkan hotel bintang 4 di kawasan Surabaya Selatan ini juga dinobatkan sebagai pemenang untuk Best Costume.

Best Costume
Mengusung konsep Worderful Indonesia dengan kekayaan hasil alam, Best Western Papilio menampilkan betapa gemah ripah loh jinawi negara kita ini.

Dilihat dari dekorasi stan yang menggunakan kain batik sebagai wastra nusantara, dedaunan hijau yang menjalar, dan berbagai buah yang ditampilkan dengan penataan yang cantik dan berwarna menjadi daya tarik penonton yang hadir.

Salah satu dekorasi meja yang menarik perhatian dari BW Papilio adalah, cingur yang masih berbentuk kepala sapi yang dilengkapi sayur dan juga bahan-bahan pelengkap dari rujak cingur. Selain itu terdapat roti yang dibentuk ikon Kota Surabaya, yaitu Suro dan Boyo.

Totalitas dalam mengusung konsep Wonderful Indonesia, Best Western Papilio membuat sendiri kostum yang mereka gunakan. Apron yang jadi kostum tim hotel ini penuh nuansa kehijauan, seperti rumput, dedaunan rambat, juga buah-buahan sesuai tema yang mereka usung untuk lomba tersebut.

“Sedang capil (topi yang biasa digunakan petani) disulap menjadi menawan dihiasi dedaunan juga bunga-bunga serta buah-buhan menjadikan kostum makin serasi,” papar Elmi Dian, Director Sales and Marketing Best Western Papilio yang menggagas kostum unik tersebut.

Berkat kostum yang menampilkan keragaman kekayaan alam nusantara ini, tim Best Western Papilio meraih penghargaan lainnya, yaitu Best Costume di gelaran acara yang sama, Festival Rujak Uleg yang diadakan rutin menyambut ulang tahun Kota Surabaya.

Menurut Adhit Raharjo, GM Best Western Papilio, kemenangan yang diraih oleh Best Western Papilio ini tidak lepas dari sinergi oleh seluruh tim yang berkontribusi dan teamwork yang solid. “Kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dengan persiapan yang totalitas,” tegasnya.

Adith berharap tahun depan Best Western Papilio mendapatkan kesempatan kembali untuk mengikuti Festival Rujak Uleg. “Tentunya kami akan mempersiapkan dengan konsep yang tak kalah menarik,” tandasnya optimistis. wid

Pos terkait