Dukung Peningkatan Fasilitas Lembaga Pendidikan di Jatim, Pemerintah Jepang Kucurkan Dana Hibah Rp 2,2 M

Hanik Khoirotunni’mah, Kepala MTs Darussalam dan Takeyama Kenichi, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya usai penandatangan bantuan hibah grassroots.

iniSURABAYA.com – Pemerintah Jepang memberikan bantuan hibah grassroots untuk dua lembaga Pendidikan di Jawa Timur. Bantuan yang besarannya sekitar Rp 2,297 miliar itu dialokasikan untuk projek pembangunan Gedung MTs Darussalam di Kabupaten Blitar, dan pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Blongko di Nganjuk.

Informasi yang diperoleh iniSurabaya.com menyatakan, MTs Darussalam yang berada di Desa Kademangan Kabupaten Blitar saat ini menghadapi tantangan kekurangan ruang kelas dan toilet akibat peningkatan jumlah siswa.

Bacaan Lainnya

Menurut Takeyama Kenichi, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, bantuan hibah grassroots ini untuk membangun gedung sekolah baru yang dilengkapi enam ruang kelas dan toilet di MTs Darussalam. Melalui projek ini Pemerintah Jepang berharap anak-anak di desa Kademangan dan sekitarnya mendapat lingkungan belajar yang kondusif dan aman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah sekitar.

Diakui Takeyama, kendala yang nyaris sama juga dialami Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Blongko di Desa Blongko, Kabupaten Nganjuk. Selain menghadapi tantangan kekurangan ruang kelas dan toilet karena peningkatan jumlah siswa, kendala lain yang dihadapi lembaga Pendidikan tersebut adalah kesulitan untuk pengadaan furnitur yang digunakan di sekolah.

Projek ini bertujuan untuk membangun gedung sekolah baru yang dilengkapi enam ruang kelas dan toilet di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Blongko. Bersamaan dengan pembangunan gedung sekolah baru, projek ini juga mencakup pengadaan alat-alat pendidikan seperti meja, kursi, dan papan tulis.

Pos terkait