‘Halimun Biru di Singosari’ dan ‘Asmara Cempaka Gading’ : Hasil Proses Kreatif Mantan Dirut TVRI di Masa Pandemi

Hariono Santoso

iniSURABAYA.com – Setelah menjalani masa pensiun, tak membuat Hariono Santoso nyaman berdiam diri. Tak tanggung-tanggung, di awal tahun 2024 ini lahir hasil karyanya, dua serial cerita (dwilogi) berjudul ‘Halimun Biru di Singosari’ dan ‘Asmara Cempaka Gading’.

Karya perdana mantan Direktur Utama LPP TVRI Pusat periode 2008-2010 ini disajikan dalam bentuk novel. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Meja Tamu Sidoarjo, Januari 2024 itu tebalnya 500 halaman.

Bacaan Lainnya

Novel dwilogi ini berlatar belakang sejarah periode akhir Kerajaan Singosari dibawah perintah Prabu Kertanegara pada tahun 1292 M serta awal Kerajaan Majapahit.

Namun si penulis mengolah ceritanya dengan memasukkan unsur time traveler atau penjelajah waktu lewat tokoh utama bernama Arya Kumbara, seorang pemuda jaman now.

Pertemuan Arya dengan seorang gadis jelita bernama Sun Mi, yang hidup di masa akhir Singosari sangat menarik untuk disimak. Imajinasi pembaca diajak mengembara antara masa kini dan masa silam melalui Arya Kumbara, sang penjelajah waktu.

Pos terkait