Hidupkan Kembali Suasana Kota Lama, Pemkot Surabaya Cat Ulang Cagar Budaya di Kawasan Zona Eropa

Pemkot Surabaya terus ‘mempercantik’ kawasan Kota Lama Surabaya sehingga makin menarik untuk jadi destinasi wisata andalan.

iniSURABAYA.com – Upaya Pemkot Surabaya membenahi kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata baru Kota Pahlawan terus berlanjut.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya berharap, revitalisasi di wilayah tersebut dapat memberi pengalaman melalui kegiatan wisata yang menarik dan edukatif. “Dan tentu ini kami lakukan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat termasuk pihak swasta,” kata Eri Cahyadi.

Bacaan Lainnya

Eri Cahyadi mengatakan, upaya menghidupkan suasana tempo dulu di kawasan Kota Lama Surabaya itu dilakukan dengan cara mengoptimalisasikan fungsi bangunan cagar budaya di kawasan tersebut.

Dan salah satu program pengembangan destinasi pariwisata terpadu yang dilakukan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya bersama jajaran terkait adalah melakukan pengecatan ulang bangunan cagar budaya di situs atau zona Eropa.

“Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), BPBD, dan Satpol PP Kota Surabaya yang melakukan pengecatan pada bangunan. Kami mendapatkan dukungan dari perusahaan produsen cat untuk material cat,” kata Hidayat Syah, Kepala Disbudporapar Kota Surabaya.

Pengecatan ulang itu dilakukan pada lima bangunan cagar budaya di zona Eropa Kota Lama Surabaya, di antaranya dari gedung PT Arina Multikarya, gedung PT Perkebunan Nusantara I regional 4, dan dua bangunan di gedung PT Tjiwi Kimia yang semuanya berlokasi di Jalan Rajawali, serta Gedung Internatio yang berlokasi di Jalan Taman Jayengrono.

“Melalui kolaborasi dan warna dengan program CSR Let’s Colour, AkzoNobel berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian cagar budaya agar warisan budaya dapat senantiasa terjaga hingga generasi mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Yudhy Aryanto, Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan pengembangan destinasi pariwisata di Kota Surabaya, dalam upaya pelestarian cagar budaya.

Dia berharap muncul peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan, serta membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

“Program kolaborasi dan sinergi bersama Pemkot Surabaya ini, tidak hanya dapat menjaga warisan budaya. Tetapi juga mengembangkan potensi wisata untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan pelestarian budaya yang berkelanjutan,” pungkas Yudhy Aryanto.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Surabaya terus mengembangkan destinasi wisata di Kota Pahlawan untuk menawarkan pengalaman baru bagi para pelancong, serta menciptakan peluang lapangan kerja yang lebih luas bagi warga setempat.

Karenanya, Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi di Kota Lama Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata berbasis sejarah dengan melestarikan dan mengoptimalisasikan bangunan cagar budaya.

Kota Lama Surabaya merupakan kawasan yang merekam sejarah panjang perkembangan Kota Pahlawan sejak abad ke-17 hingga ke-20. Pada masa itu, kawasan Kota Lama Surabaya tidak hanya sebagai pusat kota, namun juga sebagai pelabuhan, industri, dan perdagangan yang dihuni berbagai etnik/bangsa.

Dan kini, Kota Lama Surabaya terbagi menjadi beberapa situs atau zona berdasarkan karakteristik bangunannya, yakni zona Eropa, Pecinan, Arab dan Melayu. riz

Pos terkait