Pengunjung Candi Borobudur Wajib Rapid Test Antigen

1068 views
ILUSTRASI : Tes Covid-19.

iniSURABAYA.com | YOGYAKARTA – Pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mulai memberlakukan syarat rapid test antigen negatif bagi pengunjung. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lokasi wisata.

Menurut I Gusti Putu Ngurah Sedana, GM Borobudur, pihaknya akan mengetatkan protokol kesehatan pencegahan Covid selama liburan Natal dan Tahun Baru.

Ditekankan oleh Putu, aturan itu berlaku untuk wisatawan yang datang dari luar wilayah dan kota di Provinsi Jawa Tengah.

“Pengunjung yang sudah mempunyai hasil tes rapid antigen negatif, boleh memasuki kawasan Borobudur. Sementara yang tidak bisa menunjukan, kami minta putar balik,” kata Putu, Kamis (24/12/2020).

Aturan tersebut, diakui Putu sesuai edaran Dinas Pariwisata Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, mengenai antisipasi peningkatan Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru 2021.  

“Jadi kebijakan pemerintah terkait seluruh destinasi yang sudah ditetapkan, untuk menunjukan hasil rapid test bagi pengunjung yang berasal dari luar wilayah (atau) kota di Jawa Tengah,” tegasnya.

Pengelola TWC meminta dukungan Satuan Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang untuk membantu memeriksa para calon pengunjung Borobudur.

“Kami meminta teman-teman Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan. Kita kan tidak tahu itu palsu atau bukan. Satgas Kabupaten supaya menempatkan personel di pos 1. Mereka bisa melihat langsung kertas atau hasil tes rapid antigen itu asli atau tidak,” urainya.    

Pemkab Magelang juga menyediakan fasilitas pengambilan sampel rapid test bagi pengunjung, sebelum masuk ke Borobudur. Kegiatan ini dilakukan di kompleks Tourist Information Center (TIC) pada Sabtu (26/12/2020) dan 31 Desember 2020.

TWC juga menambah jumlah petugas di pelataran candi untuk mengatur protokol kesehatan dan mengarahkan pengunjung agar tidak bergerombol dan menerapkan jaga jarak.

Wisatawan Harus Bebas Covid-19
Putu menyatakan pula untuk sementara pengunjung yang lain-lainnya tidak diwajibkan memakai jasa guide. “Jadi langsung masuk (kompleks) candi dan keluar,” tutur Putu.

Pemeriksaan rapid test antigen ini dilakukan di Pintu 1 Bobobudur dengan melibatkan personel polisi dan TNI. Penumpang kendaraan diminta menunjukan bukti rapid test antigen yang menyatakan hasil negatif.

Kementrian Perhubungan mengumumkan kalau perjalanan menggunakan transportasi darat berupa mobil pribadi dalam periode Natal dan Tahun Baru tak wajib melakukan rapid test antigen. 

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No. 20 Tahun 2020.

SE ini merujuk pada Surat Edaran yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19 No. 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Natal dan Tahun Baru dalam Masa Pandemi Covid-19 (SE Satgas COVID-19), yang ditetapkan pada 19 Desember 2020 dan diterbitkan/diumumkan pada 20 Desember 2020.

Jika sebelumnya ramai diberitakan ada kewajiban melakukan rapid test antigen, kini disebutkan kalau dalam melakukan perjalanan darat menggunakan mobil pribadi rapid test antigen tidak wajib.

Rapid test antigen hanya bersifat imbauan, warga yang berlibur dan melakukan perjalanan bisa melakukan rapid test antibodi.

Hal ini termuat dalam poin e dan f surat edaran tersebut:
e. untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antarprovinsi/kabupaten/kota), dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan wajib mengisi e-Hac Indonesia.

f. selain ketentuan pada huruf d dan e mengenai perjalanan ke Jawa dan Bali, rapid test antibodi masih boleh digunakan sesuai ketentuan yang ada yaitu dengan hasil non-reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan.

Walaupun tidak ada kewajiban rapid test antigen bagi pelaku perjalanan darat dengan mobil atau motor pribadi, nantinya adanya random cek sampling yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dengan Satuan Tugas di daerah. Kegiatan akan berlangsung di lokasi-lokasi yang ditentukan. “Dari Kemenhub dan Satuan Tugas Daerah,” kata Adita Irawati, juru bicara Kementerian Perhubungan.

Hal ini kemudian ditegaskan juga oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Menurutnya, rapid test antigen untuk syarat perjalanan moda transportasi darat hanya berlaku untuk masuk ke Provinsi Bali, misalnya bagi mobil yang melalui penyeberangan lewat Ketapang-Gilimanuk di Bali.

Di darat cuma imbauan, kecuali di Ketapang-Gilimanuk itu wajib. Jadi kalau di moda darat yang lain bukan (kewajiban), ini hanya imbauan. Jadi kita harapkan masyarakat yang sadar ya bawalah ini (hasil rapid test antigen),” kata Adita. wid

#candiborobudur #rapidtestantigen

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)