Banting Setir ke Bisnis Kuliner, Mantan Bos Tempat Hiburan Malam Ini Blak-Blakan Bongkar Kiat Sukses Mengelola Sate Ratu, Simak Kisahnya

692 views
Fabian Budi Seputro, Owner Sate Ratu

iniSURABAYA.com – Sukses mengelola tempat hiburan malam, ternyata tak sepenuhnya bisa diterapkan ketika ‘banting setir’ ke bisnis kuliner.

Meski di tempat hiburan yang dikelola saat masih di Surabaya juga menyediakan hidangan makanan dan minuman, terjun secara penuh ke usaha kuliner diakui Fabian Budi Seputro perlu ‘ilmu’ yang berbeda.

Mengutip tips sukses sejumlah pengusaha kuliner, ‘mengelola bisnis kuliner tak cukup hanya bermodal besar dan lokasi strategis. Ada banyak faktor jadi penentu usaha kuliner itu bisa langgeng atau hanya seumur jagung’.

Budi sendiri menyatakan, jika seseorang ingin berbisnis restoran –yang biasanya buka di rumah sendiri—selalu mulai dari nol. Di tempat yang sederhana dan dikerjakan sendiri, mulai dari memasak, melayani pelanggan, hingga merangkap jadi kasir.

Lalu dibiarkan tumbuh secara natural, pelan-pelan lewat ‘word of mouth’, promosi dari mulut ke mulut.

Memang butuh waktu relatif lama untuk dikenal luas. Namun, waktu yang panjang ini, beserta seluruh prosesnya, akan berjalan pararel dengan proses belajar dari si pemilik.

Jika kemudian dikenal luas, bisnis itu akan sangat sulit goyah. Meskipun tidak terhindarkan, selalu saja ada problem yang pernah mewarnai perjalanan itu.

Problem-problem yang muncul bisa beragam, seperti soal rasa yang tidak enak sebelum menemukan rasa yang pas, juga layanan yang terkesan buruk sebelum terus menerus diperbaiki.  

Ketika nama besar sudah diraih, usia yang panjang, serta dikenal luas oleh pelanggan, maka problem-problem seperti itu pasti menjadi pengalaman berharga dalam hal perbaikan.

Reputasi yang terbangun dengan baik, akan membangun ‘brand’ yang kuat, sehingga bila masih ada hal negative, akan lama ‘sampainya’ ke banyak orang.

“Lama untuk membesarkan, tetapi juga akan lama atau sulit untuk jatuh. Nah, Sate Ratu dikembangkan dengan konsep ini!” tegas Budi dalam bukunya ‘kok bisa gitu? Rahasia Memiliki Pelanggan dari 85 Negara’.

Buku setebal 200 halaman ini mengupas tuntas perjalanan Budi bersama yang istri mengelola Sate Ratu. Sesuai namanya, Sate Ratu adalah restoran yang menyajikan aneka sate ini berkembang pesat di Yogyakarta –setidaknya dalam lima tahun belakangan.

“Full membahas tentang Sate Ratu, seluruh seluk-beluknya, rahasia-rahasianya, pedoman-pedomannya, trik-triknya, secara lengkap sehingga bisa mencapai posisi saat ini, dan dikunjungi tamu dari 85 negara,” ungkapnya.

Budi yang sukses mengelola Hugos –tempat hiburan malam papan atas di Surabaya di era 2002an– ini berharap, paparannya di buku tersebut bisa memberi masukan dan sekaligus semangat bagi para pebisnis pemula, khususnya mereka yang bergerak di industri kuliner.

Pencapaian Sate Ratu saat ini, diakui Budi, bisa dibilang luar biasa. “Bukan bermaksud sombong, tapi harus diakui bahwa, tidak mudah untuk sampai ke posisi ini, hanya dengan modal Rp 20 juta, tanpa suntikan di kemudian hari,” tegas pria kelahiran Tulungagung, 2 Mei 1972 ini.

Budi meyakini, bahwa sukses atau tidaknya sebuah bisnis, bukan hanya tergantung dari keputusan-keputusan besar yang dibuat, yang frekuensinya juga nggak sering-sering amat.

“Tetapi lebih dipengaruhi oleh rangkaian keputusan-keputusan kecil, yang kita buat sehari-hari. Rangkaian keputusan-keputusan kecil inilah yang menjadi arah bisnis. Jadi, jangan mengira berbisnis itu sesusah itu, tapi juga jangan menganggapnya semudah itu,” imbuhnya.

Dalam buku ini, Budi menyajikan perjalanannya mengeloa Sate Ratu dalam bab per-bab, mulai dari tahun pertama hingga tahun kelima. Di tengah-tengah tahun pun diberikan bab khusus ‘Milestone’ yang menjadi pencapaian Sate Ratu.

Ketika membaca tiap bab dan berlanjut ke bab selanjutnya, Budi juga menceritakan perjuangannya mencapai kesuksesan. Dari awalnya bakar sate selalu sisa hingga selalu sold out sebelum jam tutup.

Hal penting lain yang dijabarkan  di buku ini adalah tips menentukan target market, cara berpromosi, membangun sebuah brand yang kuat dan yang terbaru adalah cara bertahan di era pandemi ini.

‘kok bisa gitu? Rahasia Memiliki Pelanggan dari 85 Negara’ adalah buku kedua Budi. Buku pertamanya, berjudul ‘Budi Seputro – Leaving the Comfort Zone’ yang dibuat tahun 2018-2019, lebih banyak menceritakan perjalanan hidup pribadinya.

“Di bagian akhir mulai sedikit menyinggung tentang Sate Ratu,” ungkapnya. dit

#fabianbudiseputro #kuliner #sateratu #yogyakarta

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)