Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan? Simak Fakta Berikut Ini

267 views
Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed, Ketua Komnas KIPI bersama Salsabila Syaira – pembawa acara tengah berdiskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat yang digelar secara virtual oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

iniSURABAYA.com – Seiring dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19, pemerintah telah melakukan upaya hati-hati dan pengawasan terus menerus demi melindungi masyarakat. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medis yang diduga terkait dengan vaksinasi.

Kejadian KIPI serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut. Data-data yang sudah dikumpulkan Komnas KIPI menurut Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed, Ketua Komnas KIPI telah dibandingkan dengan hasil uji klinik vaksin AstraZeneca sehingga saat ini Komnas KIPI bisa mengambil kesimpulan atas kejadian tersebut.

“Kasus KIPI terakhir yang kami investigasi, setelah mengkaji data rekam medis pasien, dan pemeriksaan laboratorium, bisa disimpulkan kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain, tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca,” tegas Prof Hindra, pada Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Selasa (25/6/2021).

Hindra menambahkan, proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I-III vaksin tersebut.

“Karena itulah AstraZeneca aman digunakan,” tandasnya.

Pernyatan tersebut diperkuat keterangan dr Ellen Sianipar SpA (K), Ketua Komda PP KIPI DKI Jakarta yang menyatakan, sampai kini KIPI yang ditemukan khususnya di DKI Jakarta masih bersifat ringan seperti demam yang kemudian bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari.

Ellen menyatakan bahwa AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI dan Polri sejak akhir Maret lalu. Sedang untuk masyarakat umum memang baru dipakai pada bulan Mei.

“Sampai sekarang vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca masih berlangsung dan saya harap masyarakat masih percaya dengan vaksin tersebut,” ujar dr Ellen.

Gejala-gejala yang perlu diperhatikan, menurut Prof Hindra adalah sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai.

“Kalau itu terjadi segera melapor supaya bisa diberi petunjuk apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak,” tuturnya.

Hindra menekankan pula, sebetulnya kalau masyarakat jujur mengatakan ada masalah kesehatan, akan sangat membantu sekali. Apabila sakit, sebaiknya kita berobat terlebih dahulu sebelum divaksinasi.

“Karena vaksinnya takutnya nanti mubazir di dalam tubuh kita sehingga tidak efektif membentuk antibodi. Akibat lainnya, bila seseorang jatuh sakit dan diduga terkait vaksinasi bisa memperlama program vaksinasi,” ujar dr Jane Soepardi MPH Dsc, pakar imunisasi.

Menurut dr Jane, vaksin AstraZeneca adalah vaksin yang saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia. Jumlah kasus global pun mulai menurun karena adanya program vaksinasi global saat ini.

“Kasus Covid-19 seperti di Amerika dan Eropa yang dulunya tinggi, kini sudah turun,” urainya.

Perlu diketahui oleh masyarakat pula bahwa KIPI setelah divaksinasi AstraZeneca pada kelompok lanjut usia lebih rendah dibandingkan kelompok umur lainnya. “Justru kalau merujuk hasil penelitian yang ada, vaksin AstraZeneca lebih aman diberikan kepada lansia. Angka di Inggris, angka kematian, sakit berat, dan dirawat di rumah sakit telah menurun,” beber Hindra.

“Harus diingat juga oleh masyarakat, kemungkinan kita tertular Covid-19 masih ada karena vaksin tidak memproteksi kita seratus persen. Artinya kita tetap harus menjaga protokol kesehatan untuk menjaga diri kita dan orang lain,” kata dr Jane mengingatkan. ana

#astrazeneca #kejadianikutanpascaimunisasi #vaksincovid-19

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)