Ungkap Misteri Pembunuhan di Sungai Nil, ‘Death on the Nile’ Diadaptasi dari Novel Agatha Christie

iniSURABAYA.com – Film terbaru dari 20th Century Studios ‘Death on the Nile’ yang diadaptasi dari novel legendaris Agatha Christie dengan judul sama akan hadir secara eksklusif di bioskop pada Rabu (9/2/2022).

Bacaan Lainnya

Film misteri penuh dengan konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu cinta obsesif ini disutradarai Kenneth Branagh yang juga kembali memerankan detektif ikonik Hercule Poirot.

‘Death on the Nile’ juga menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 ‘Murder on the Orient Express’, yakni Michael Green sebagai penulis.

Selain itu ada pula Ridley Scott, Kenneth Branagh, pga, Judy Hofflund, pga dan Kevin J Walsh sebagai produser, serta Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Cerita berlatar tahun 1930-an ini dimulai ketika Simon Doyle (Armie Hammer), pemuda tampan namun memiliki kehidupan kurang beruntung, jatuh cinta dan bertunangan dengan Jacqueline de Bellefort (Emma Mackey) yang terlahir dari kalangan aristokrasi Perancis namun jatuh miskin.

Untuk memulai hidup baru yang mereka impikan, de Bellefort memperkenalkan Doyle kepada teman sekolahnya yaitu Linnet Ridgeway (Gal Gadot) untuk mendapatkan pekerjaan.

Ridgeway yang cantik, kaya raya dan menawan, memikat hati Doyle yang lalu memilih meninggalkan de Bellefort untuk menikah dengan Ridgeway.

Beberapa bulan kemudian, pasangan Doyle-Ridgeway melakukan perjalanan dengan kapal pesiar mewah menyusuri Sungai Nil bersama teman dan kerabat Ridgeway yang menyimpan banyak rahasia.

Di saat bersamaan, pasangan tersebut bertemu detektif terkenal, Hercule Poirot, yang juga sedang berlibur dan melakukan perjalanan ke Mesir. Cerita tentang pasangan yang terlihat sempurna ini seketika berubah saat terjadi pembunuhan menggemparkan, dan Hercule Poirot harus bertindak dalam menemukan dalang dari peristiwa tragis tersebut.

Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita penuh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Menurut Kenneth Branagh, ‘Death on the Nile’ adalah salah satu buku Agatha Christie paling rumit, yaitu tentang kisah cinta tragis yang memiliki banyak sisi glamor, tetapi sangat rapuh, berbahaya dan destruktif.

“Tema inilah yang ingin kami sajikan kepada penonton di layar lebar,” ungkapnya.

Para pembuat film sangat beruntung dapat bekerja langsung dengan kerabat dari sang penulis legendaris, Matthew Prichard (‘Poirot’) dan James Prichard (‘Murder on the Orient Express’) dari Agatha Christie Estate yang memberikan arahan dan saran bagaimana ‘Death on the Nile’ dapat dikemas menjadi film pilihan penonton di awal tahun 2022 ini.

‘Death on the Nile’ tetap menonjolkan konsep glamor dalam novel Agatha Christie, tetapi memberikan sentuhan baru agar penonton dapat merasa dekat dengan cerita yang penuh aksi dan catatan perjalanan yang penuh dengan keindahan dan aspirasi.

“Dalam masa-masa sulit yang sedang kami alami, perjalanan menyusuri Sungai Nil untuk melihat kemegahan Mesir kuno menjadi sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang,” kata Branagh.

‘Death on the Nile’ dibintangi oleh Kenneth Branagh, Tom Bateman, peraih empat kali nominasi Oscar, Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. wid

Pos terkait